udara panas karachiKarachi, LiputanIslam.com — Korban yang tewas akibat gelombang udara panas di Pakistan terus bertambah dan kini telah menembus angka 1.000 orang.

Para pejabat Pakistan mengatakan hari Kamis (24/6) bahwa jumlah korban yang tewas di Provinsi Sind telah mencapai 1.011 orang, 229 di antaranya meninggal di rumah-sumah sakit pada hari Rabu (23/6).

Otoritas kesehatan setempat mengatakan sebanyak 40.000 menderita akibat udara panas tersebut, 7.500 di antaranya harus mendapatkan perawatan di rumah-rumah sakit di Karachi.

Seorang pejabat senior yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa sebanyak 950 orang meninggal di kota Karachi, sementara sisanya di beberapa distrik di Provinsi Sindh.

Pada hari Selasa pemerintah Provinsi Sindu menetapkan hari libur untuk mencegah orang-orang keluar rumah. Sebagian besar korban adalah orang-orang tua dan pekerja kasar yang terpapar sinar matahari.

Ulama terkenal Pakistan Tahir Ashrafi, menyerukan penduduk yang tidak kuat untuk membatalkan puasa Ramadan. Demikian Press TV melaporkan, Kamis (25/6).

Sementara itu laporan cuaca menyebutkan udara dingin mengandung uap air mulai mengalir dari Laut Arab ke arah Karachi, kota terbesar di Pakistan. Pada hari Kamis suhu udara di Karachi turun menjadi 37 derajat celcius setelah sebelumnya mencapai 45 derajat celcius.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL