emergency ebolaConakry, LiputanIslam.com — Jumlah korban yang tewas akibat virus ebola kini telah menembus angka 4.000. Demikian pernyataan organisasi kesehatan dunia WHO, sebagaimana dilaporkan BBC News, Sabtu (11/10).

WHO memastikan angka terakhir korban tewas akibat ebola yang merebak di kawasan Afrika Selatan tahun ini adalah 4.024. Angka itu termasuk mereka yang tewas di luar Afrika, termasuk di AS dan Eropa.

WHO menyebut secara keseluruhan terdapat 8.399 kasus konfirm dan suspek virus ebola.

Pengumuman itu muncul saat para legislator Liberia menolak permintaan Presiden atas kewenangan yang lebih besar untuk memerangi wabah ebola. Sebelumnya Presiden Ellen Johnson Sirleaf telah mendeklarasikan kondisi darurat di Liberia untuk mengefektifkan upaya penanggulangan ebola.

Seorang anggota parlemen, Bhofal Chambers, menyebut pemberian kewenangan yang lebih besar lagi akan mengubah Liberia menjadi “negara polisi”.

Sementara itu PBB menyebutkan lebih dari 233 pekerja kesehatan yang bekerja di Afrika barat telah tewas oleh virus maut tersebut. Dan di Spanyol, seorang perawat dipastikan tertular virus mematikan itu ketika merawat seorang pasien ebola yang meninggal. Kini ia tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit Madrid. Ia adalah pasien pertama yang tertular ebola di luar Afrika.

PM Spanyol Mariano Rajoy pada hari Jumat (10/10) menyebutkan telah membentuk komisi khusus untuk menangani ancaman penyebaran virus tersebut.

Rajov mengakui situasi yang dihadapi adalah sangat komplek dan sulit, namun memastikan pemerintah telah memiliki rencana yang jelas untuk menangani masalah tersebut.

Menurut Rajov, otoritas kesehatan Spanyol kini tengah memantau secara intensif 7 warga Spanyol lainnya yang dikhawatirkan telah tertular ebola.

Ahli kesehatan WHO Dr Chris Dye mengatakan kepada BBC bahwa dunia tidak pernah mengantisipasi penyebaran virus yang sepesat wabah saat ini. Ia menambahkan bahwa kepedulian internasional akan membantu penanganan virus ini dan harus dilakukan adalah meningkatkan upaya-upaya pencegahan yang telah dilakukan.

“Kami telah mengajukan usulan (penanganan ebola) sebesar $1 miliar, sejauh ini kami telah memiliki sekitar $300 juta dan sejumlah dana lainnya yang telah dijanjikan. Lebih sedikit dari separoh yang kami butuhkan, namun jumlahnya naik dengan cepat,” katanya.

Pada bulan April, kelompok relawan medis Medecins Sans Frontieres (MSF) mengingatkan potensi penyebaran virus ebola namun WHO meremehkan peringatan itu dengan menyebut bahwa wabah Ebola ini bukan sebagai epidemik yang tidak pernah terjadi.

Hari Jumat (10/10) MSF melaporkan terjadinya peningkatan tajam kasus Ebola di ibukota Guinean Conakry, yang memupuskan klaim bahwa virus ini berhasil dihentikan penyebarannya di kota itu.

Sementara itu di Mali, serum ujicoba anti-ebola telah diberikan di antara para pekerja sukarela untuk diketahui keefektifannya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL