mers koreaSeoul, LiputanIslam.com — Jumlah korban tewas akibat serangan virus MERS di Kores Selatan (Korsel) telah mencapapai 9 orang dan kasus-kasus baru serangan virus mematikan ini terus bermunculan.

Dua orang korban terakhir dilaporkan terjadi hari Rabu kemarin (10/6). Demikian Kementrian Kesehatan Korsel mengumumkan, sebagaimana dilansir Press TV.

Pada hari yang sama sebanyak 13 kasus baru serangan virus MERS di Korsel juga telah ditemukan, menambah total kasus serangan virus ini menjadi 108 orang.

Korban-korban baru serangan MERS terjadi di Samsung Medical Center, rumah sakit besar di selatan Seoul, yang merupakan rumah sakit paling banyak terjangkit virus MERS. Sebanyak 10 dari 13 korban virus ini diketahui tertular di rumah sakit tersebut.

Sementara itu sekitar 2.000 sekolah telah ditutup dan lebih dari 3.000 orang dikarantina untuk mencegah penyebaran virus. Sebagian besar warga kota Seoul kini mengenakan masker saat berada di luar rumah.

Wabah MERS yang melanda Korsel ini merupakan wabah terbesar yang pernah terjadi di luar kawasan Timur Tengah, asal mula virus mematikan MERS itu diketahui sehingga dinamakan Middle East Respiratory Syndrome.

Menurut para pejabat kesehatan, seluruh penularan terjadi di rumah-rumah sakit dan para korban sebelumnya dalam kondisi prima.

Virus ini dianggap mematikan, namun masih kalah mematikan dari ‘saudaranya’, virus SARS yang telah membunuh sekitar 800 orang di kawasan Asia Timur tahun 2003 lalu.

Menurut WHO tingkat kematian akibat serangan virus ini mencapai 35 persen atau lebih dari sepertiga korbannya. Hingga saat ini belum ditemukan vaksin atau obat yang bisa membunuh virus ini.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL