rammusunManila, LiputanIslam.com — Korban tewas akibat topan Rammasun yang melanda Filipina hari Rabu (16/7) mencapai 38 orang.

Menurut keterangan pejabat-pejabat setempat sebagaimana dilaporkan kantor berita BBC, Kamis (17/7), 8 orang masih dinyatakan hilang di samping sejumlah besar lainnya yang mengalami luka-luka. Selain itu jutaan orang harus hidup tanpa penerangan akibat putusnya jaringan listrik.

Topan Rammasun melanda Filipina sejak Selasa malam hingga Rabu pagi. Kerusakan terbesar terjadi di Pulau Luzon yang merupakan pulau terbesar dengan ibukota Manila berada di dalamnya. Korban tewas sebagian besar karena tertimpa pohon tumbang atau benda-benda keras yang beterbangan terbawa angin keras.

Lebih dari 530.000 orang kini tinggal di tempat-tempat penampungan. Sementara jutaan orang yang tinggal di sebelah tenggara Manila hidup tanpa penerangan.

Para teknisi baru berhasil memulihkan 50 persen dari seluruh jaringan listrik di Pulau Luzon yang dihuni oleh 17 penduduk. Di wilayah Bicol, sebelah timur Filipina yang berpenduduk 5 juta penduduk dan menjadi wilayah pertama yang terkena serangan topan, aliran listrik masih belum pulih sama sekali.

Manila juga sempat mengalami pemadaman listrik total, namun di sebagian besar wilayahnya telah kembali normal.

Setelah menghantam Filipina, topan Rammasun selanjutnya bergerak ke arah Hainan, Cina, dengan kekuatan yang sudah berkurang.

Kantor-kantor pemerintah dan bursa saham telah dibuka kembali hari Kamis (17/7), namun sebagian sekolah masih ditutup karena kurangnya listrik.

Direktur badan penanganan bencana nasional, Alexander Pama, mengatakan kepada media massa bahwa topan Rammasun menghancurkan 7.000 rumah dan merusak 19.000 rumah. Selain itu kerugian akibat kerusakan infrastruktur mencapai $1 juta dan kerugian akibat bahan makanan yang hancur dan rusak mencapai $14 juta.

Diperkirakan topan Rammasun — berasal dari bahasa Thailand yang artinya “dewa guntur”, berkecepatan 150 km per-jam.

Setiap tahun Filipina rata-rata dihantam oleh 20 topan besar. Topan terbesar adalah Haiyan yang tahun lalu menewaskan 6.000 orang dan menjadi bencana badai terbesar sepanjang sejarah Filipina.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL