KogalymaviaSt Petersburg, LiputanIslam.com — Satu pesawat udara Kementerian Kedaruratan Rusia yang mengangkut jenazah korban kecelakaan pesawat Kogalymavia sudah tiba di St. Petersburg, Rusia, dari Kairo pada hari Senin (2/11), menurut laporan kantor berita RIA Novosti yang dilansir Antara.

Jenazah korban akan diidentifikasi di St. Petersburg. Sekitar 200 sampel DNA sudah dikumpulkan dari kerabat korban untuk mendukung proses identifikasi.

Pada hari Sabtu (31/10), pesawat Kogalymavia jenis Airbus A-321 yang membawa 217 penumpang dan awak jatuh di Semenanjung Sinai, Mesir, setelah lepas landas dari kota pelancongan Laut Merah, Sharm-esh-Sheikh. Tak ada satu pun penumpang maupun awak yang selamat dalam tragedi penerbangan sipil terburuk dalam sejarah Soviet dan Rusia itu.

Penyidik lintas negara tengah mempelajari kotak hitam pesawat yang jatuh tersebut untuk menemukan penyebab musibah itu. Kelompok teroris ISIS mengklaim sebagai pelaku penembakan pesawat itu. Namun hal itu ditolak oleh sejumlah ahli penerbangan hingga memunculkan spekulasi tentang keterlibatan Amerika dan Israel dalam musibah ini.

“Tidak, hal itu tidak perlu dipertanyakan. Saya mantan penerbang angkatan udara dan saya memiliki pengetahuan tentang cara menembak pesawat yang terbang tinggi yang membutuhkan peralatan yang hanya dimiliki oleh sebuah negara. Ini membutuhkan beberapa peralatan canggih: radar pencari, radar untuk menentukan posisi sasaran, radar untuk mengontrol tembakan. Hanya negara yang memiliki peralatan seperti itu, tidak satu kelompok (teroris) pun yang memilikinya,” kata Wail al-Madawi, mantan Menteri Penerbangan Sipil Mesir, juga kepada Russia Today, Senin (2/11).(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL