michelle obamaIslamabad, LiputanIslam.com — Kampanye “Bring Back Our Girls” yang digelar first lady AS Michelle Obama berbuah “bully” terhadap yang bersangkutan. Para aktivis penentang kampanye serangan drone Amerika di Pakistan pun “memplesetkan” slogan itu menjadi “Bring Back Your Drones” (bawa kembali drone-drone Anda).

Minggu lalu foto Michelle Obama memegang kertas karton bertuliskan “Bring Back Our Girls” (kembalikan gadis-gadis kami) beredar luas di dunia maya dan media cetak seluruh dunia. Itu adalah bentuk dukungan Michelle Obama bagi upaya dunia internasional untuk mengembalikan pelajar-pelajar perempuan korban penculikan kelompok teroris Boko Haram di Nigeria.

Namun, alih-alih meraih pujian, Michelle justru mendapat serangan dari aktivis anti kampanye drone AS di Pakistan. Mereka menganggap Michelle bersikap hipokrit, di satu sisi menunjukkan kepedulian pada para pelajar putri Nigeria yang disandera Boko Haram, namun tidak peduli dengan korban serangan drone-drone AS di Pakistan yang sebagiannya adalah wanita dan anak-anak.

“Adalah sangat sulit bagi BringBackOurGirls setelah drone-drone menyerang…,” demikian tulis pemilik akun twitter MPACUK (@MPACUK) tanggal 10 Mei lalu.

“Mereka dengan keras membantah aktivis anti-drone dengan mengatakan AS meningkatkan penggunaan drone untuk menyerang kelompok-kelompok militan, namun pada dasarnya mereka memerangi warga sipil biasa,” tulis pemilik akun twitter Haut-parleur (@O_parleur)

“Ada bukti-bukti bahwa serangan-serangan drone itu telah menimbulkan kerusakan yang tidak pernah dibayangkan terhadap warga sipil dan keluarga mereka, khususnya di Yaman dan Pakistan, sehingga mendorong munculnya sentimen anti-AS di seluruh dunia,” tulis akun twitter Ramiro Giganti (@RamiroGiganti).

Aksi-aksi serangan drone AS yang disebut sebagai “perang drone” selama ini telah mengundang perdebatana sengit di dunia maya global. Diperkirakan antara 286 sampai 890 warga sipil tewas akibat serangan-serangan drone AS, termasuk antara 168 hingga 197 di antaranya anak-anak. Amnesti Ingternasioanal bahkan menyebut serangan-serangan itu sebagai kejahatan perang.

Lembaga non-profit Inggris, Bureau of Investigative Journalism 2 bulan lalu mengklaim sejak Presiden Obama menduduki jabatan, serangan-serangana drone AS di Timur Tengah telah menewaskan 2.400 orang.(ca/voice of russia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL