bendungan ambrol brazilBrazilia, LiputanIslam.com — Jumlah korban jebolnya bendungan di negara bagian Minas Gerais di tenggara Brazil, hari Kamis (5/11), terus bertambah. Hari Jumat kemarin (6/11) ditemukan lagi dua orang korban tewas.

“Kenyataannya ada lebih banyak korban, namun kami tidak bise mengkonfirmasinya. Kami juga tidak mengetahui apakah masih bisa menemukan korban lainnya,” kata jubir tim SAR di sebuah desa di luar kota Mariana, tempat terjadinya musibah.

Ia mengatakan bahwa rumah sakit di Mariana telaha penuh dengan korban yang tewas maupun terluka, dan korban-korban baru dikrimkan ke kota terdeka, Ouro Preto.

Sebuah rekaman video yang disiarkan televisi lokal memperlihatkan Desa Bento Rodrigues hancur total setelah banjir melanda akibat jebolnya bendungan di dekat desa itu.

Banjir juga melanda desa-desa lainnya seperti Paracatú de Baixo, yang warganya harus dievakuasi. Walikota Mariana mengatakan ratusan warga telah dievakuasi ke tempat-tempat yang lebih aman.

Dalam peristiwa hari Kamis itu dua bendungan jebol dalam waktu berdekatan, yaitu Bendungan Santarem di komplek Germano, dan Bendungan Fundao. Demikian seperti dilaporkan Press TV, JUmat petang.

Banyaknya aktifitas penambangan di sekitar bendungan itu menimbulkan kekhawatiran adanya polusi bahan-bahan kimia yang mengalir ke Sungai Gualaxo do Norte.

Belum ada keterangan mengenai penyebab bendungan itu jebol. Namun pejabat Samarco, perusahaan pertambangan setempat, mengatakan bahwa bendungan itu baru saja diperiksa pada bulan Juli lalu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL