banjir kashmirNew Delhi, LiputanIslam.com — Korban tewas akibat banjir di wilayah Kashmir di negara India dan Pakistan melonjak setelah ditemukannya korban-korban baru. Jika sebelumnya dilaporkan jumlah korbannya sebanyak 200 orang, laporan terakhir telah mencapai angka 375. Beberapa sumber bahkan menyebut angkanya mencapai 420 orang. Demikian laporan BBC News, Selasa (9/9).

Otoritas Pakistan menyebutkan setidaknya 200 orang tewas dalam bencana banjir yang telah menghancurkan ribuan rumah dan ratusan hektar lahan pertanian. Sementara otoritas India menyebutkan setidaknya 175 warganya tewas.

Akhir pekan lalu PM India Narendra Modi menulis surat kepada mitranya, PM Pakistan Nawaz Sharif, menawarkan bantuan penanganan bencana di wilayah Pakistan. Hari Senin (8/9) Sharif membalas tawaran itu dengan tawaran bantuan balik kepada India.

Di beberapa wilayah yang terkena bencana, akses hanya bisa dilakukan melalui udara. Dan karena Kashmir adalah wilayah konflik militer yang melibatkan kedua negara, diyakini kedua negara tidak ingin bantuan asing masuk ke wilayahnya.

Banjir melanda kawasan Kashmir yang terbagi ke dalam 2 negara, setelah Sungai Chenab tidak mampu menampung limpahan air hujan dan membludak, menimbulkan apa yang disebut sebagai “banjir super”.

India mengerahkan tidak saja personil Angkatan Darat untuk memberikan pertolongan, namun juga Angkatan Udara yang menggunakan helikopter untuk mengevakuasi warga yang terperangkap, juga mengirim bantuan ke tempat-tempat terpencil.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL