konvoi attackedLuhansk, LiputanIslam.com — Sejumlah besar orang dilaporkan tewas setelah sebuah konvoi pengungsi diserang di wilayah Luhansk, Ukriana timur, Senin (18/8).

Sumber militer Ukraina menyebutkan serangan roket dan mortir menerjang konvoi yang membawa pengungsi di wilayah Luhansk, di dekat desa Novosvitlivka. Pemerintah dan pemberontak separatis saling mengklaim sebagai pelaku serangan.

Media kelompok separatis melaporkan terjadinya tembak-menembak sengit di kawasan tersebut.

Jubir militer Andriy Lysenko mengatakan kelompok “militan” yang dipersenjatai Rusia telah menembakkan mortir dan roket Grad ke arah konvoi tersebut.

“Puluhan orang tewas, termasuk wanita dan anak-anak,” katanya seperti dilaporkan BBC News.

“Konvoi itu membawa bendera putih dan diberi tanda sebagai warga sipil,” tambahnya lagi.

Pejabat militer lainnya melaporkan beberapa korban terbakar hidup-hidup di dalam kendaraan yang terbakar.

Namun jubir kelompok separatis Donetsk People’s Republic, Andrei Purgin, membantah laporan itu.

“Ukraina sendiri yang telah membom jalanan itu terus-menerus dengan pesawat-pesawat tempur dan roket Grad. Tampaknya mereka telah membunuhi lebih banyak orang dari yang selama ini mereka lakukan selama beberapa bulan ini,” kata Purgin.

Sementara itu Alexander Zakharchenko, pemimpim separatis di Donetsk, mengatakan kepada para wartawan: “Tidak ada konvoi pengungsi yang ditembaki di wilayah Luhansk.”

Kota Donetsk dan Luhansk yang menjadi pusat gerakan separatisme di Ukraina timur, dalam beberapa hari terakhir mengalami pemboman terus-menerus oleh pasukan Ukraina. Ribuan penduduk pun mengalami kesulitan serius atas kebutuhan-kebutuhan dasar mereka seperti air bersih dan penerangan.

Ratusan ribu penduduk telah meninggalkan kota, sebagian dari mereka masuk ke wilayah Rusia. Sementara bantuan kemanusiaan yang dikirim Rusia masih terkendala di perbatasan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL