konvoi terobosKiev, LiputanIslam.com — Truk-truk bantuan kemanusiaan Rusia menerobos perbatasan menuju Ukraina timur tanpa ijin otoritas perbatasan Ukraina, setelah Rusia menuduh Ukraina sengaja menghambat masuknya truk-truk tersebut.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Jumat (22/8), truk-truk tersebut menerobos perbatasan yang dijaga pasukan pemberontak dan bergerak di bawah pengawalan mereka menuju wilayah yang dikuasai pemberontak.

Sebelumnya kementrian luar negeri Rusia menuduh Ukraina sengaja menghambat konvoi truk-truk itu demi mengalahkan pemberontakan. Sedangkan Palang Merah Internasional (ICRC) menyatakan pihaknya tidak terlibat di dalam konvoi truk-truk tersebut.

Kemenlu Rusia mengingatkan Ukraina untuk tidak melakukan tindakan keras terhadap konvoi tersebut, namun tidak menyebutkan konsekuensi jika peringatan itu diabaikan Ukraina.

“Konvoi bantuan kemanusiaan ini mulai bergerak ke kota Luhansk,” demikian pernyataan kementrian luar negeri Rusia.

Perkembangan terakhir ini mengandung risiko yang sangat serius, karena Ukraina bisa menganggap konvoi tersebut sebagai ilegal dan melakukan tindakan kekerasan terhadap konvoi tersebut. Apalagi karena konvoi tersebut dikawal oleh para pemberontak.

Ukraina dan sekutu-sekutu baratnya selama ini mencurigai konvoi 260 truk tersebut merupakan bentuk awal dari intervensi langsung Rusia di Ukraina timur.

Dibutuhkan waktu selama 2 jam dari perbatasan untuk mencapai kota Luhansk yang kini dikepung oleh pasukan Ukraina.

Kota Luhansk dan Donetsk yang menjadi basis utama pemberontakan kini tengah mengalami krisis kemanusiaan yang serius. Tanpa air bersih, komunikasi dan energi, penduduk terancam kelaparan dan sasaran pemboman pasukan Ukraina.

Sampai saat ini lebih dari 2.000 warga sipil dan pemberontak Ukraina tewas dalam operasi militer yang dilancarkan pasukan Ukraina. Sementara lebih dari 300.000 orang meninggalkan rumahnya, sebagian besar di antaranya ke Rusia.

“Kami mengingatkan kepada setiap upaya mensabotase misi kemanusiaan ini, yang telah dipersiapkan sejak lama dalam suasana transparansi penuh dan kerjasama dengan Ukraina dan ICRC. Penundaan atas konvoi ini tidak bisa lagi ditoleransi,” demikian bunyi pernyataan kemenlu Rusia.

“Rusia memutuskan untuk bertindak. Konvoi kami yang membawa bantuan kemanusiaan telah bergerak ke kota Luhansk,” tambah pernyataan itu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL