BoweBergdahl_ACU_Cropped-660x330Washington, LiputanIslam.com — Kontroversi terjadi di Amerika menyusul pembebasan tentara AS yang ditahan Taliban, Sersan Bowe Bergdahl. Oleh mantan rekan dan atasannya di militer AS, ia dituduh telah melakukan tindakan desersi dan kini ia menghadapi kemungkinan disidangkan di pengadilan militer dan pembatalan kenaikan pangkat.

“Bowe Bergdahl melakukan desersi (meninggalkan tugas tanpa ijin) dalam perang, dan rekan-rekannya tewas dalam pencarian dirinya,” kata Matt Vierkant, rekan satu peleton Bergdahl saat ia menghilang tanggal 30 Juni 2009.

“Saya kecewa saat itu hingga sekarang dengan perkembangan yang terjadi,” tambahnya seraya menambahkan bahwa Bergdahl tidak hanya harus mengakui tindakannya di depan publik namun juga menghadapi pengadilan militer.

Menurut keterangan beberapa rekan Bergdahl lainnya di peletonnya, Bergdahl meninggalkan posnya di Provinsi Paktika tanpa senjata dan hanya membawa kompas dan pisau, kamera digital dan buku harian ditambah air minum. Setidaknya 6 rekannya meninggal saat berusaha mencarinya meski kementrian pertahanan AS tidak pernah menyebutkan hal itu.

Rekan-rekan Bergdahl juga menginformasikan bahwa serangan terhadap pos mereka oleh Taliban semakin gencar terjadi setelah hilangnya Bergdahl.

“Banyak rekan kami yang bersedia tewas untuk melindunginya saat ia bersama kami meninggal saat Bergdahl bersama kami, dan kemudian ia meninggalkan kami begitu saja, itu adalah pengkhianatan terbesar,” kata Josh Korder yang menyebutkan 3 prajurit AS yang tewas dalam pencarian terhadap Bergdahl.

Banyak mantan rekan Bergdahl dari kesatuan 1st Battalion hingga 25th Infantry Division yang mengatakan kepada CNN bahwa mereka telah dipaksa menandatangani pernyataan untuk tidak membuka informasi tentang hilangnya Bergdahl dan usaha-usaha untuk mencarinya.

“Saya tidak bisa membayangkan harus terus membiarkannya tanpa membaginya kepada Anda dan masyarakat, hal-hal sebenarnya yang terjadi,” tambah Korder kepada CNN, Senin (2/6).

“Karena Anda semua tidak peduli, ia akan menjadi pahlawan dan tidak seorang pun tahun yang sebenarnya,” tambahnya..”

Naman seorang pejabat militer yang tidak bersedia menyebutkan namanya mengatakan bahwa Bergdahl kemungkinan tidak akan dipermasalahkan alasan meninggalkan posnya tanpa ijin setelah menjalani panahanan oleh Taliban selama 5 tahun.

“Lima tahun sudah cukup baginya,” kata pejabat tersebut kepada CNN.

Sementara itu jubir Kemenhan AS Rear Admiral John Kirby menyebutkan bahwa Bergdahl telah dijadwalkan akan mendapatkan promosi bulan depan.

Ketika seorang reporter menanyakan Menhan Chuck Hagel, hari Minggu (1/6) tentang kebenaran tindakan desersi Bergdahl. Hagel pun menjawabnya dengan diplomatis.

“Prioritas pertama kami adalah memastikan kesehatannya dan menyatukannya kembali dengan keluarganya. Hal-hal lain yang mungkin berkembang dan menimbulkan pertanyaan akan ditangani nanti.”

Pembebasan dan kepulangan Bergdahl pun kini menjadi topik hangat di situs-situs jejaring sosial populer seperti Twitter dan Facebook di mana sebagian orang menuduhnya pengkhianat dan sebagian lainnya membelanya.

“Saya tantang siapapun yang menuduhnya pengkhianat untuk tinggal 5 tahun sebagai tawanan Taliban atau Haqqani, kemudian kembali. Apapun alasannya meninggalkan posnya dan ditangkap, ia telah membayarnya lebih,” kata seorang pendukung Bergdahl di Facebook.(ca/cnn)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL