Yerusalem, LiputanIslam.com—Sebuah laporan baru memperlihatkan skala pembangunan pemukiman Israel di kawasan Palestina yang naik hampir 3 kali lipat di paruh pertama tahun 2017 dibanding tahun lalu

Laporan ini dirilis oleh Kantor Nasional Palestina untuk Pembelaan Tanah dan Perlawanan terhadap Pemukiman pada Sabtu (5/8/17) kemarin.

Peningkatan aktivitas pemukiman Israel di Tepi Barat dan Yerusalem al-Quds mendapat banyak kecaman dari dunia internasional.

Pada awal minggu ini, Netanyahu berpartisipasi dalam upacara peletakan batu pertama untuk pembangunan 1.000 unit baru di Beitar Ilit, dekat kota Bethlehem, Tepi Barat.

Laporan menunjukkan, pemukiman baru ini diperuntukkan bagi warga Israel yang diusir dari Amona, sebuah pemukiman ilegal yang ditutup oleh Mahkamah Agung.

Sekitar 600.000 warga Israel tinggal di lebih dari 230 pemukiman yang dibangun secara illegal sejak tahun 1967.

Perluasan pemukiman ini adalah salah satu hambatan utama dalam berdirinya perdamaian di Timur Tengah.

Dewan Keamanan PBB pun sempat membuat resolusi yang menuntut diakhirinya aktivitas ini dalam Resolusi 2334.

Dalam resolusi ini yang disahkan pada bulan Desember lalu, disebutkan bahwa pemukiman Israel di kawasan pendudukan “tidak punya keabsahan hukum” dan rezim ini harus segera mengakhiri semua aktivitas konstruksi. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL