Foto: Tribun Pekanbaru

Foto: Tribun Pekanbaru

Pekanbaru,LiputanIslam.com–Kondisi masyarakat Riau akibat kabut asap semakin memburuk. Sekolah-sekolah, hingga perguruan tinggi, seperti Universitas Riau dan Universitas Islam Riau, terpaksa diliburkan.  Jumlah warga yang menderita berbagai penyakit akibat kabut asap sedemikian banyak sehingga sudah bisa dikategorikan Kondisi Luar Biasa (KLB).

“Pekanbaru masuk kategori KLB itu ditandai dengan jumlah penderita sebanyak 9.486 atau sudah mencapai dua kali lipat periode 28 Februari- 10 Maret 2014, dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya rata-rata 10-20 kasus,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, dr Rini Hermiyati.

Di antara mereka ada Nayaka (2), putri pasangan Muhammad Said (31) dan Rika (27).  Pekan lalu, Nayaka menderita demam berkepanjangan dan didiagnosis terkena ISPA. Nasib lebih tragis dialami Muhammad Adli (63), petani asal Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Tanjung Pinang Barat, Kabupaten Meranti, Riau. Ia ditemukan tak bernyawa di dekat kebunnya yang dipenuhi asap sangat pekat di dekat lokasi pembakaran hutan.

Menurut Azizman Saad, dokter spesialis paru di Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad, Pekanbaru, akibat terpapar asap, dalam 10 tahun mendatang terjadi ledakan penyakit paru-paru di Riau.

Sayangnya, tindakan nyata pemerintah masih belum terlihat. Y Ardanis Sirompak, pengamat ruang publik Riau, sebagaimana dikutip Kompas (13/3) mengatakan, ”Pemerintah abai dan lalai. Kami sangat sedih karena Presiden tak menganggap asap Riau sebagai bencana kemanusiaan yang sudah membuat jutaan rakyat Riau menderita.” (dw/kompas/republika)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*