Washington, LiputanIslam.com—Kongres Amerika Serikat tidak lagi mewakili suara rakyat, namun merepresentasikan kepentingan korporasi-korporasi yang membuat mereka berkuasa. Demikian kata aktivis dan analis politik Amerika, Myles Hoenig.

Hoenig, yang merupakan mantan kandidat anggota Kongres dari Partai Hijau, menyampaikan hal tersebut dalam wawancara dengan Press TV pada Selasa (27/2/18), ketika tengah mengomentari sebuah hasil survei terbaru tentang penilaian warga AS terhadap kinerja Kongres.

Survei tersebut, yang dipublikasikan oleh Associated Press-NORC Center pada Senin lalu, memperlihatkan bahwa sebanyak  85 persen warga Amerika menilai kinerja Kongres di bawah rata-rata.

“Penelitian terbaru oleh Princeton dan Northwestern menemukan bahwa Kongres hanya peduli dengan pendapat dari kalangan elit atas suatu topik… Kalangan 1% mendikte kebijakan publik. Terlepas dari apakah warga Amerika tahu tentang penelitian ini, kita tahu secara naluriah bahwa Kongres tidak mendengar kita dan itulah mengapa 85% tidak menyukai Kongres,” papar Hoenig.

“Kita melihat banyak isu yang didukung mayoritas warga, tetapi ditolak oleh Kongres. Dengan isu aturan kontol senjata, sudah jelas mayoritas warga mendukung pelarangan senapan api. Kebanyakan pemerintah negara bagian tidak akan berani mengeluarkan kebijakan melebihi penaikan batasan umur pembelian senapan,” tuturnya.

Ketidakberpihakan Kongres kepada rakyat dinilai Hoenig merupakan bukti bahwa Kongres memiliki banyak ‘tuan’, salah satu contohnya adalah badan lobby senjata NRA.

Selain isu senjata, contoh lain yang jelas adalah rencana pajak terbaru pemerintah.

“Kita semua tahu bahwa [rencana pajak] ditulis oleh dan untuk kalangan kaya dengan sedikit perhatian kepada kaum pekerja Amerika,” imbuhnya.

Hoenig pun memaparkan sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa AS merupakan negara oligarki. Sistem kekuasaan yang tersentralisasi kepada kaum elit telah berjalan selama berpuluh-puluh tahun. Bukti-buktinya adalah naiknya angka kemiskinan, dan menurunnya angka ekspektasi dan standar hidup.

“Semakin banyak orang Amerika yang tersadar atas fakta bahwa Kongres tidak melayani kita, namun melayani kepentingan pengusaha-pengusaha,” pungkasnya. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*