sandalwoodNew Delhi, LiputanIslam.com — Komisi Nasional HAM India memerintahkan penyelidikan atas pembunuhan 20 penyelundup kayu sandalwood  oleh polisi minggu lalu. Ini dilakukan setelah mereka menggelar testimoni dua orang saksi.

Seperti dilansir BBC News, Selasa (14/4), kedua saksi tersebut menolak keterangan polisi yang menyebutkan para penyelundup kayu itu ditembak karena melawan dengan senjata api. Mereka justru menuduh polisi sengaja menembaki mereka.

KOMNAS HAM memerintahkan para saksi itu untuk dilindungi dan segera diadakan penyelidikan mendalam tentang kasus itu.

Para aktifis HAM mengatakan ada sejumlah saksi lain yang akan memperkuat kesaksian kedua saksi itu yang menyebutkan ke-20 orang itu sengaja dibunuh dalam sebuah insiden yang sengaja dirancang polisi di dekat kota ‘suci’ Tirupati di negara bagian Andhra Pradesh tanggal 7 April lalu.

Polisi mengatakan terpaksa menembak orang-orang itu setelah diserang oleh 100 penyelundup kayu sandalwood dengan menggunakan kampak dan batu.

Penyelundupan kayu sandalwood merupakan kejahatan yang marak terjadi di India selatan. Kayu sandalwood merah merupakan spesies endemik wilayah Ghats Barat di India. Kayu ini memiliki harga tinggi karena warna merahnya yang menarik yang banyak digunakan untuk pembuatan mebel-mebel mahal.

India melarang penjualan kayu sandawood sejak tahun 2000 karena terancam kepunahan akibat banyak ditebangi warga. Di pasar internasional kayu ini dihargai hingga 2.000 rupee atau sekitar Rp 400.000 per-kg. Negara importir sandalwood terbesar adalah Cina.

Media-media lokal menyebutkan kebanyakan yang terbunuh dalam insiden tanggal 7 April itu adalah warga keturunan Tamil, sehingga kasusnya memicu kemarahan warga di negara bagian Tamil Nadu yang mayoritasnya adalah keturunan Tamil.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL