LiputanIslam.com – Pada debat tim sukses capres dan cawapres di Auditorium KPU bulan Februari lalu, kedua kubu menyampaikan komitmen masing-masing pada penyandang disabilitas.

Komitmen tersebut dibacakan di hadapan 300 penyandang disabilitas. Komitmen tersebut dinamai Piagam Suharso. Piagam tersebut dibacakan oleh juru bicara kedua kubu capres dan cawapres (Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno). Wakil dari kubu Jokowi-Ma’ruf Amin adalah Ace Hasan Sadzili, sedangkan wakil dari kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno adalah Edriana Nordin dan Astriana Baiti Sinaga. Berikut adalah beberapa poin komitmen tersebut:

Dalam sektor habilitasi dan rehabilitas

  • Membangun kolaborasi peran dan fungsi dari pemerintah pusat dan daerah, serta masyarakat dalam melaksanakan habilitasi dan rehabilitasi
  • Mengoptimalkan rehabiliatsi sosial berbasis masyarakat, dengan mengandalkan kearifan sosial.
  • Menyiapkan sumber daya manusia pelaksana rehabilitasi sosial, yang memiliki kompetensi andal dan juga melibatkan organisasi penyandang disabilitas.

Dalam sektor pendidikan

  • Memperbaiki kurikulum pendidikan agar inklusif disabilitas.
  • Memperkuat pengajar atau tenaga pendidik agar sensitif terhadap disabilitas.
  • Menghapus sekolah inklusif agar semua sekolah dapat menerima peserta didik penyandang disabilitas.
  • Menggunakan bisindo di sekolah seusai dengan kebutuhan.
  • Membekali guru dengan pemahaman Bahassa Isyarat, khususnya bisindo.

Dalam sektor tenaga kerja

  • Menghilangkan pemeriksaan kesehatan di awal proses penerimaan ketenagakerjaan.
  • Memastikan kantor pemerintah dan pemerintah daerah menerima 2 persen dan swasta 1 persen dari penyandang disabilitas sebagai pegawai.
  • Menghapus syarat jasmani dan rohani dalam penerimaan pekerja disabilitas, dan menggantikan dengan tes kemampuan dasar.
  • Mencanangkan kartu pra-kerja yang akan diberikan kepada masyarakat termasuk penyandang disabilitas, untuk diberkan keterampilan kerja.
  • Mendorong industri 4.0 yang akan memberikan nilai tambah kepada masyarakat termasuk penyandang disabilitas, dan dunia usaha yang lebih efisien. (Ayu/Tempo)
DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*