Dieudonne dan Anelka mempergakan gestur quenelle

Dieudonne dan Anelka mempergakan gestur quenelle

Paris, LiputanIslam.com–Dieudonné M’Bala M’Bala, seorang komedian Prancis kontroversial, kini menghadapi ancaman pengadilan atas ‘ulah’-nya terbaru, menyebut pemenggalan ISIS sebagai ‘gerbang menuju peradaban’. Kantor kejaksaan Paris mengumumkan, polisi telah memulai penyelidikan awal terhadap Dieudonné dengan alasan bahwa ia telah mendukung terorisme.

Dalam video berjudul Foley That Was”, Dieudonné berorasi, antara lain  membandingkan pemenggalan wartawan AS James Foley dengan aksi pemenggalan yang terjadi pada Revolusi Perancis. Menurutnya, pemenggalan akan menjadi gerbang menuju peradaban“. 

Dieudonné juga menyinggung pembunuhan terhadap mantan pemimpin Libya Muammar Gaddafi tahun 2011 dan mantan presiden Irak Saddam Hussein, yang digantung pada tahun 2006. Dia mengkritik sikap media Barat yang mengabaikan pembunuhan terhadap Qaddafi dan Saddam, berbeda dengan reaksi mereka atas kasus Foley.

“Mafia Rothschild mengatakan tidak, (pembunuhan Qaddafi dan Saddam) itu tak apa, tapi (pembunuhan) James Foley, keterlaluan,” kata Dieudonné,  menyebut keluarga perbankan Yahudi terkemuka.

Dieudonné, 46, telah berulang kali dikenai hukuman denda karena berpidato anti-Yahudi. (Baca: Polisi Prancis Serbu Rumah Komedian Anti Semit). Dia juga dikenal karena mempopulerkan gestur quenelle yang merupakan simbol anti-Zionis. Pesepakbola Prancis, Anelka, juga dipecat dari timnya gara-gara memperagakan geture quenelle (baca: Anelka, Sepakbola dan Politik).

Dieudonné menggunakan gesture quenelle pertama kali tahun 2009 ketika mengikuti pemilu, membela sebuah partai anti-Zionis. (dw/france24)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL