Hamas forces display an M-75 home-made rocket in a military parade in Gaza City on November, 14, 2013. Press TV

Hamas forces display an M-75 home-made rocket in a military parade in Gaza City on November, 14, 2013. Press TV

Teheran, LiputanIslam.com — Seorang komandan senior Iran, kembali membuat statemen mengejutkan. Ia menuturkan bahwa seluruh wilayah Israel kini sudah berada di dalam jangkauan rudal-rudal yang dimiliki oleh kelompok pejuang Palestina.

“Hari ini, semua wilayah pendudukan (wilayah Palestina yang diduduki Israel) berada dalam jangkauan rudal kelompok  perlawanan Palestina,” kata Wakil Komandan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Brigadir Jenderal Hossein Salami, Sabtu (9/8).

“Ketika pejuang perlawanan berhasil membakar Haifa, itu artinya bahwa rudal-rudal mereka telah mencapai jarak sepanjang 160 kilometer. Artinya, seluruh area yang diduduki oleh Rezim Zionis telah berada dalam jangkauan rudal-rudal perlawanan Palestina,” ungkapnya.

Ia juga menyatakan bahwa saat ini warga Israel telah merasakan ketidak-nyamanan berada di wilayahnya.

Bagaimana tidak, Israel kali ini sudah tidak mampu lagi untuk menahan hujan roket pejuang Palestina, ataupun mencegah pasukan perlawanan menyusup ke dalam pangakalan militer Israel memalui terowongan-terowongan. Salami juga meragukan klaim Israel, yang mengaku telah menghancurkan semua terowongan yang digali oleh pejuang Palestina.

Menurut Salami, meskipun Israel memiliki kemampuan tekhnologi dan persenjataan, dan melakukan operasi intelejen, namun tetap saja mereka gagal untuk menciduk tokoh utama pejuang Palestina. Bahkan, Israel juga tidak sanggup untuk sekedar menemukan, atau melenyapkan gudang-gudang persenjataan mereka. “Ini menunjukkan bahwa gerakan perlawanan Palestina telah mencapai kematangan dan kecerdasan, yang mau tak mau memaksa intelejen Rezim Zionis bertekuk lutut,” katanya.

“Diperkirakan, saat ini pejuang  perlawanan telah  memiliki peralatan dan kemampuan (untuk menyerang) yang akan dilakukan bila perang tidak terkendali,” tambahnya, seperti dilansir Press TV, 10 Agustus 2014.

Ia mengatakan bahwa kawasan  Tepi Barat pastinya akan menjadi sebagaimana halnya dengan wilayah Gaza, yang akan mengangkat senjata dan bertempur melawan Zionis Israel. Lalu, Salami juga mengingatkan perang 33 hari antara Israel vs Hizbullah di Lebanon, yang berakhir dengan kekalahan Israel. Tak ayal, kekalahan ini telah merusak citra militer Israel yang pernah disebut-sebut sebagai pasukan terkuat nomor lima di dunia.

Pencapaian Hizbullah Lebanon dalam perang 2006, menginspirasi Palestina untuk melawan Israel dalam perang 22 hari di Gaza pada tahun 2008. Lantas pada tahun 2012, pejuang Palestina pun kembali berhasil menunjukkan kekuatan militer yang lebih hebat dalam menghadapi agresi Israel.

Salemi  juga mengecam hegemoni Tel Aviv atas Washington. Menurutnya, sudah terang benderang saat ini bahwa kebijakan AS disendera oleh kepentingan Zionis Israel. Dan atas kekejaman teroris ISIS di Suriah dan Irak, menurut Salami, merupakan upaya Washington untuk menghancurkan pemerintahan Irak, dan sekaligus menggoyang kekuatan Iran di Timur Tengah. (ba)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL