menlu kolombia venezuelaQuito, LiputanIslam.com — Menteri luar negeri Kolombia dan Venezuela pada hari Sabtu (12/9), sepakat memulihkan hubungan diplomatik yang terhenti akibat sengketa perbatasan dua negara bertetangga tersebut.

Sebelumnya, masing-masing negara itu menarik duta besarnya pada akhir Agustus terkait meningkatnya ketegangan perbatasan, demikian laporan AFP dikutip Antara, Minggu (13/9).

Meski demikian, Menteri Luar Negeri Kolombia Maria Angela Holguin dan Menteri Luar Negeri Venezuela Delcy Rodriguez belum menyepakati pertemuan tingkat presiden masing-masing negara untuk menyelesaikan sengketa.

Baru-baru ini pemerintah di Carakas memulangkan sekitar 1.500 warga Kolombia yang tinggal di Venezuela sejak sengketa bermula. Lebih dari itu, PBB memperkirakan lebih dari 18.500 orang lain mengungsi karena khawatir akan peningkatan kemelut.

Sengketa perbatasan dimulai pada 19 Agustus lalu saat Presiden Venezuela Nicolas Maduro menutup pintu perbatasan. Dia menuding kelompok paramiliter Kolombia telah menyerang patroli anti-penyelundupan negaranya.

Maduro bahkan menuding Kolombia telah melancarkan “serangan terhadap perekonomian Venezuela” dengan menyelundupkan barang-barang yang disubsidi oleh pemerintahan Caracas. Maduro menyalahkan penyelundup sebagai sebab dari kelangkaan barang di negaranya.

Holguin dan Rodriguez sebelumnya sempat bertemu pada 26 Agustus lalu, namun gagal menyelesaikan perselisihan antar kedua negara.

Menurut pernyataan bersama yang dibacakan setelah pertemuan kedua Menlu tersebut, semua pihak telah “mencapai kemajuan yang memuaskan” terkait penyelesaian “sejumlah persoalan sensitif” dan akan berkonsultasi dengan masing-masing pemimpin negara soal rencana pertemuan tingkat presiden.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL