information branchLiputanIslam.com — Terbentuknya pemerintahan koalisi baru Lebanon yang melibatkan Hizbollah dan kelompok Sunni Al Muqtabal yang selama ini bermusuhan, telah menimbulkan perubahan drastis dalam kebijakan yang bakal dilakukan Pasukan Keamanan Internal “Cabang Informasi”. Pasukan khusus negara yang dikenal sebagai “tangan kanan” Al Mustaqbal ini bakal memerangi kelompok-kelompok teroris terkait Al Qaida.

Demikian informasi yang beredar di kalangan pengambil kebijakan keamanan Lebanon. Perubahan “orientasi” ini telah menjadi kesepakatan antara pemimpin Al Muqtabal yang juga mantan perdana menteri Saad Hariri dan patronnya selama ini, kerajaan Saudi Arabia.

Menurut sumber-sumber terpercaya, alih-alih bekerjasama dengan inteligen Amerika CIA, “Cabang Informasi” kini akan bekerja bahu-membahu dengan tentara Lebanon dan Hizbollah, meski masih ada upaya oleh beberapa pejabat Lebanon untuk mengubah rencana ini.

Sejak tahun 2011 atau sejak meletusnya konflik Suriah, sikap “Cabang Informasi” telah didorong oleh kebijakan yang jelas tentang Suriah yang dapat diringkas sebagai berikut: “Kami tidak akan menghentikan orang dari penyelundupan senjata ke Suriah, kami tidak akan mengganggu siapa pun yang merekrut orang untuk berperang di Suriah, dan kami tidak akan ragu untuk membantu pemberontak Suriah di mana kita harus melakukannya.”

Para diplomat dan pejabat inteligen Barat, menegaskan bahwa mantan kepala “Cabang Informasi” Brigjen Wissam al Hassan yang tewas oleh serangan bom Oktober 2012, terlibat dalam penyelundupan senjata dari Libanon ke Suriah. Ia juga dipercaya aktif membantu pemberontak Suriah di Turki.Memang benar bahwa Amerika Serikat membantu pemberontak Suriah, tetapi menentang upaya mempersenjatai mereka jika senjata berakhir di tangan teroris.

Operasi ini tidak dilanjutkan oleh Kolonel Imad Othman yang menggantikan Hassan setelah pembunuhan dirinya. Tapi dia masih mengikuti jejak pendahulunya dengan mengadakan pertemuan-pertemuan dengan pejabat Barat, khususnya para pejabat AS.

Ketika Hassan dan Othman membahas situasi di Suriah, mereka akan terlibat dalam banyak aksi propaganda. Menurut pejabat Barat: ” Mereka bersedia untuk menyembunyikan banyak fakta tentang kekuatan dan bahaya al Qaeda agar tidak merusak citra pemberontak.”

Dalam hal kegiatan mempersenjatai pemberontak dengan imbalan informasi inteligen Amerika, inteligen Amerika tidak serius memberikan informasinya tentang pergerakan kelompok-kelompok teroris terafiliasi Al Qaida di Lebanon, kepada “Cabang Informasi”. Tidak mengherankan jika penangkapan tokoh-tokoh Al Qaida seperti Shadi al-Malawi, Majed al-Majed, dan Naim Abbas, dilakukan oleh inteligen militer, bukan oleh “Cabang Informasi”.

Menurut berbagai sumber inteligen, alasan Amerika menjauhkan diri dari bekerjasama dengan “Cabang Informasi” adalah karena para pemimpin institusi ini lebih mementingkan orientasi politik pribadinya daripada “memerangi terorisme”.

“Tapi prioritas “Cabang Informasi” telah berubah. Memerangi terorisme telah menjadi prioritas utama mereka,” kata pejabat yang terlibat dengan urusan organisasi tersebut. Ia menambahkan bahwa konsekuensi dari keputusan ini “akan menjadi jelas tapi membutuhkan waktu.”

Tentunya, keputusan ini bukan gagasan dari Kolonel Othman,  melainkan berasal dari Saudi Arabia dan Al Muqtabal.

Menurut sumber-sumber politik yang terlibat dengan pekerjaan “Cabang Informasi”, prioritas utama dalam periode mendatang adalah “kerjasama dengan intelijen militer”. Itulah sebabnya, Menteri Dalam Negeri Nouhad al  Machnouk menyerukan kerja sama untuk menutup, apa dia disebut “penyeberangan kematian” antara Lebanon dan Suriah yang sering digunakan untuk menyelundupkan mobil curian dari Lebanon ke Suriah melalui kota Britel di Bekaa,  sebelum mobil ini kembali ke Lebanon melalui Arsal.

Mobil-mobil seperti itu, selain terlibat dalam aksi pemberontakan di Suriah, juga digunakan dalam aksi-aksi pemboman yang dilakukan kelompok-kelompok teroris terkait Al Qaida.

Sumber-sumber keamanan di Bekaa menyebutkan bahwa operasi-operasi itu sudah tidak lagi berlangsung. Hal ini terjadi karena adanya koordinasi antara militer, “Cabang Informasi” dan Hizbullah, sekaligus menunjukkan bahwa Othman telah diinstruksikan untuk mengatasi hambatan psikologis dan politik yang terkadang menghambat koordinasi dengan partai.

Sumber-sumber inteligen menegaskan bahwa langkah-langkah keamanan tidak akan dibatasi bagi para pencuri mobil, tapi pasti akan mencakup Kelompok Arsal yang membantu para teroris yang berbasis di Qalamoun untuk melakukan pemboman di Lebanon. Anggota kelompok ini kini harus melarikan diri dari Arsal, atau menghadapi ancaman penjara, atau mati.

Sumber-sumber tersebut juga mengkonfirmasi bahwa Al Mustaqbal telah memberikan perlindungan politik bagi kelompok Arsal untuk pergi.

Sebuah diskusi politik dan keamanan akan berlangsung antara Hizbullah dan Al Muqtabal untuk membuka jalan bagi operasi kontra-terorisme yang menargetkan kelompok-kelompok yang mendukung secara langsung maupun tidak langsung kegiatan terror di Bekaa utara.

Masih ada masalah lain, terkait tidak adanya informasi inteligen dari AS, “yang penting untuk memerangi terorisme”, demikian keterangan sumber tersebut. Maka kini, menurut keterangan seorang pejabat keamanan Lebanon, sebuah diskusi serius sedang berlangsung antara pejabat Lebanon dan AS untuk membujuk CIA mengubah sikapnya selama ini.(ca/al akhbar)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL