gambar bendera missisipiWashington DC, LiputanIslam.com — Kisruh perihal bendera ‘konfederasi’ tengah melanda AS, menyusul terjadinya aksi penembakan di gereja warga kulit hitam di Charlestown minggu lalu yang menewaskan 9 orang. Dianggap mewakili semangat rasisme, produsen bendera terbesar di AS menolak untuk memproduksi bendera negara bagian Mississippi yang terdapat simbol konfederasi di dalamnya.

Seperti dilaporkan Press TV, Selasa (23/6), Reggie VandenBosch, eksekutif perusahaan pembuat bendera Valley Forge Flag, mengatakan pada hari Selasa bahwa perusahaannya tidak akan lagi memproduksi bendera yang terdapat simbol ‘konfederasi’ karena dianggap menimbulkan kontroversi rasial.

Bendera ‘konfederasi’ adalah simbol yang digunakan negara-negara bagian Selatan dalam perang saudara di AS tahun 1861-1865. Bendera ini diketahui telah dipamerkan oleh pelaku penembakan gereja di Charlestown, Dylann Roof, sebelum melakukan aksinya. Negara bagian Mississippi memiliki simbol ini di benderanya.

“Kami berharap keputusan ini menunjukkan dukungan kami bagi mereka yang terkena dampak dari peristiwa yang terjadi di Charleston, dan dengan cara yang sederhana akan mendorong terjadinya persatuan rasial dan toleransi di negara ini,” demikian pernyataan VandenBosch.

Sebelumnya perusahaan-perusahaan penjualan Walmart, Amazon, eBay, dan Sears juga telah mengumumkan tidak akan menjual bendera yang menampilkan gambar ‘konfederasi’.

Setelah beredarnya Dylann Roof membawa bendera konfederasi di media sosial, pada hari Senin (22/6) Gubernur South Carolina Nikki Haley meminta bendera yang menampilkan simbol konfederasi diturunkan dari Gedung Congress. Tuntutan ini ditolak oleh sebagian warga AS.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL