Ofer Cassif (kiri) berbicara di samping pejabat Ayman Odeh di Shfaram, Israel, 1 Februari 2019. (Photo via Haaretz)

Yerusalem, LiputanIslam.com—Seorang anggota parlemen Israel (Knesset) diserang oleh polisi karena mengibarkan bendera Palestina dalam sebuah aksi demonstrasi di Yerusalem al-Quds.

Pejabat bernama Ofer Cassif ini diserang ketika memprotes peningkatan jumlah pemukim Israel yang datang ke kawasan Sheikh Jarrah timur di bawah pengawalan pasukan keamanan. Demikian laporan dari surat kabar Israel, Haaretz, pada hari Jumat (16/8).

Menurut pengakuan Cassif, polisi menyerangnya dan ajudannya setelah mereka menolak penyitaan bendera secara paksa.

Sebuah rekaman video memperlihatkan polisi berkelahi dengan Cassif dan ajudannya. Sang pejabat ditahan oleh seorang petugas sementara ajudannya diborgol dalam posisi yang menyakitkan dan mendorongnya.

“Mereka memukulnya dan mendorong saya,” kata Cassif. “Saya mengatakan kepada mereka bahwa saya adalah anggota Knesset tetapi mereka tidak membiarkan saya menunjukkan kartu identitas.”

Polisi Israel diketahui sering menyita bendera Palestina dalam aksi-aksi protes dengan alasan “mengganggu perdamaian”. Padahal, menurut Cassif, aksi protes yang ia ikuti sangat tenang dan damai sebelum polisi merangsek masuk untuk mengambil bendera Palestina secara paksa.

“Jika mereka mau menunggu 10 menit lagi, kami sudah bubar. [Tindakan] itu tidak perlu, bodoh, dan hambar,” lanjutnya.

“Pasukan polisi yang ahli menanam senjata di rumah orang tak bersalah, pasti mudah untuk memicu kekerasan dalam aksi protes yang tenang,” imbuhnya, merujuk pada insiden baru-baru di mana polisi Israel dilaporkan memasukkan senapan M-16 di rumah seorang warga Palestina untuk pembuatan film drama dokumentasi propaganda Israel.

Ini bukan kali pertama Cassif menjadi target serangan otoritas Israel.

Pada bulan Maret lalu, ia dilarang ikut dalam pemilihan parlemen oleh komite pemilihan pusat karena dituding membuat “pernyataan provokatif”. Larangan itu kemudian dibatalkan oleh ditentang di pengadilan.

Cassif pernah menyebut PM Israel Benjamin Netanyahu sebagai “pembunuh utama” dan kepala staf tentara Israel, Aviv Kochavi, sebagai “penjahat perang”. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*