jendral cartwrightWashington DC, LiputanIslam.com — Sebuah penyelidikan terhadap seorang perwira tinggi militer AS dihentikan karena khawatir membocorkan operasi kerjasama rahasia AS-Israel. Kantor berita Iran Press TV melaporkan, Kamis (13/3).

Mengutip keterangan pejabat-pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, penyelidikan tersebut dilakukan terhadap Jendral Marinir James E. Hoss Cartwright, mantan Wakil Kepala Staff Gabungan, atas sangkaan membocorkan informasi rahasia kepasa wartawan New York Times (NYT).

Informasi rahasia yang dibocorkan itu meliputi operasi rahasia untuk menghambat program nuklir Iran melalui sabotase siber. Baik AS maupun Israel membantah melakukan operasi ini.

Menurut sumber tersebut, penyelidikan kasus ini akan menimbulkan dampak serius menyangkut keamanan nasional dan hubungan internasional terutama antara AS dengan Israel. Ketika bukti-bukti dipaparkan ke pengadilan maka pemerintah AS harus memaksa Israel untuk mengakuinya, dan itu bukan perkara yang mudah.

“Selalu ada alasan keamanan nasional untuk tidak melanjutkan kasus ini,” kata John L. Martin, mantan penyidik federal AS.

The Washington Post menyebutkan bahwa penyelidikan itu telah menimbulkan ketegangan antara aparat penyidik federal dengan para pejabat keamanan AS.

“Ada ketegangan fundamental dalam kasus ini, yaitu antara kepentingan penyidik dengan kepentingan keamanan nasional,” kata Jason Weinstein, mantan pejabat tinggi Kejaksaan Agung yang mengepalai Divisi Kriminal.

Jendral Marinier Cartwright pensiun tahun 2011. Ia disebut-sebut mengepalai operasi rahasia siber untuk menyabotase program nuklir Iran sejak masa pemerintahan Presiden George W. Bush hingga Barack Obama.

Para penyidik biro penyidik federal di bawah Kejaksaan Agung, FBI, mulai memusatkan perhatiannya pada Cartwright pada tahun 2012 dan telah memeriksanya setidaknya dua kali. Demikian ungkap seorang penyidik yang tidak disebutkan identitasnya.

Operasi rahasia perang siber bersandi ‘Olympic Games’ ini terbongkar pada tahun 2012 oleh buku yang ditulis wartawan New York Times, David E. Sanger. Namun bahkan sebelum buku itu beredar telah beredar spekulasi bahwa AS dan Israel berada di balik virus Stuxnet yang telah menyerang program nuklir Iran.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*