Sumber: antaranews.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj  mengatakan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa. Karena itu, pemerintah tidak mungkin bisa sukses dalam menjalankan program berkelanjutan tanpa melibatkan civil society (masyarakat sipil).

Demikian hal itu disampaikan Kiai Said pada Forum Annual Conference 2019 yang mengangkat tema “Peran Pesantren dalam Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) 14” di Hotel Fairmont Jakarta seperti dilansir NU Online pada Rabu (9/10).

Menurutnya, Islam sendiri memerintahkan untuk membentuk generasi yang unggul dan kuat, dari segi keilmuan, harta dan maupun kesehatan. Oleh karena itu, semua kekayaan yang dimiliki semestinya digunakan untuk keunggulan segenap anak bangsa.

“Kemiskinan sering terjadi di tepi kekayaan alam, pantai. Nabi Muhammad SAW bersabda ada tiga hal yang tidak boleh dimonopoli yakni air, energi, dan hutan. Itu milik bersama dan tidak boleh dijualbelikan,” ujarnya.

Baca: Gus Rozin Minta Santri Kawal Implementasi UU Pesantren

“Kelautan Indonesia anugerah terbesar bagi bangsa. Kepulauan jumlahnya tujuh belas ribu lebih. Semuanya memiliki kekayaan tak terhingga. Pengelolaannya harus profesional dengan ilmu. Jihad itu membangun masyarakat agar terhindar dari kemiskinan, papan, dan sandang,” tambah Kiai Said. (aw/NU/bappenas).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*