Sumber: aktual.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, KH Nasaruddin Umar mengimbau para da’i, mubaligh, ustad, dan tokoh agama agar mengedepankan kesantunan, berakhlak mulia, dan rahmatan lil alamin ketika berdakwah. Hakikat berdakwah adalah mengajak dan memberikan pencerahan.  Oleh karena itu, dakwah hendaknya disampaikan dengan sejuk dan damai.

“Jadilah mubaligh yang enak, yang sejuk, yang baik, mubaligh yang mengajak dengan cara Nabi, dengan cara para aulia, ulama besar, maka semakin arif seseorang dalam berdakwah, itu menandakan dirinya semakin pintar,” katanya.

Dakwah yang baik adalah yang membawa kesejukan, kedamaian, dan ketenangan, bukan berdakwah untuk memecah belah, menjelekkan, dan menyakiti orang lain. Ia kemudian menjelaskan, para Walisongo selalu menjadi tamu paling penting kerajaan lokal di Nusantara waktu itu karena mereka tidak pernah dianggap sebagai ancaman, apalagi akan melakukan kudeta.

Gak usah berdakwah justru menyakiti, apalagi mengusir orang. Kalau belum apa-apa sudah ditakuti orang, itu bukan mencontoh Nabi, Walisongo. Coba bandingkan dengan Nabi, Wali Songo, dan ulama kita terdahulu, baru melihat wajahnya saja sudah mengesankan, rindu, dan adem sekali,” ungkapnya.

Baca: KH Nasaruddin Umar: Masjid Harus Bisa Berdayakan Umat

“Seorang mubaligh itu tidak akan pernah menyakiti publik dengan ucapannya. Saya pastikan itu bukan mubaligh kalau ceramahnya berisi adu domba, ujaran kebencian, apalagi fitnah,” tandasnya. (aw/NU/suaraislam).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*