sepeda motor chadN’Djamena, LiputanIslam.com — Pemerintah Chad menutup sekolah-sekolah dan universitas setelah berlangsungnya aksi-aksi demonstrasi berdarah menentang peraturan yang mewajibkan pengendara motor untuk mengenakan helm.

Kantor berita Inggris BBC, melaporkan, Selasa (10/3) petang, setidaknya tiga orang tewas dalam aksi demonstrasi yang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir di berbagai kota di Chad yang dimotori oleh para pelajar dan mahasiswa. Aksi tersebut dipicu oleh keputusan pemerintah yang mewajibkan setiap pengendara motor untuk mengenakan helm.

Sepeda motor merupakan alat transportasi yang populer di Chad yang bisa digunakan juga sebagai taksi. Namun penggunaan helm masih belum menjadi kebiasaan di negara itu meski angka kecelakaan fatal akibat tidak mengenakan helm relatif tinggi. Penyebabnya adalah karena cuaca panas dianggap membuat helm tidak nyaman digunakan.

Kecuali itu, helm masih dianggap sebagai barang yang mahal, terutama setelah adanya kewajiban mengenakan helm sejak awal Maret lalu, harga helm melonjak hingga tiga kali lipat. Demikian BBC News melaporkan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*