Sumber: detik.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj mengaku prihatin atas terjadinya kerusuhan di Jakarta sepanjang 21-22 Mei kemarin. Kiai Said menyayangkan terjadi kericuhan bahkan korban di tengah bulan suci Ramadhan ini.

Demikian hal itu disampaikan Kiai Said pada acara Peringatan Nuzulul Qur’an dan Buka Puasa Bersama di Pelataran Masjid Annahdlah Gedung PBNU Kramat Raya Jakarta Pusat, pada Kamis (23/5) petang ini.

“PBNU menyampaikan keprihatinan yang sangat mendalam atas kericuhan yang terjadi pada 21-22 Mei. Saatnya bagi kita untuk bermuhasabah (evaluasi diri), memandang ke dalam diri kita sendiri atas apa sesungguhnya yang terjadi pada kita,” ucapnya.

Baca: Presiden Jokowi: Perusuh Akan Kita Tindak Tegas

Kiai Said berharap di bulan suci ini semua pihak merenung untuk mencari tahu apa yang sesungguhnya terjadi. Menurutnya, jangan sampai baru belajar agama sebentar, hafal satu dua ayat sudah menyalahkan-nyalahkan orang lain, dan menganggap diri yang paling benar.

“Agama tidak dilakukan dengan tafaquh, tahu-tahu menjadi ulama menjadi ustaz. Bahkan artis yang baru tobat langsung menyalahkan yang lain. Dikira dia sudah mencapai maqom (derajat) yang tinggi, sudah seratus persen salihah, salih,” katanya.

Seorang ulama haruslah mumpuni dan menguasai bidangnya. Ulama haruslah paham Alquran dan tafsirnya, sehingga nantinya bisa memberikan pengarahan dan bimbingan kepada umat agar tetap di jalan yang benar. Ulama harus hadir di tengah-tengah masyarakat. (aw/detik/NU).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*