Ketua MUI Riau, Prof Mahdini

Ketua MUI Riau, Prof Mahdini

Pekanbaru, LiputanIslam.com–Ketua Umum MUI Propinsi Riau Prof Dr H Mahdini MA mengecam aksi aparat polisi yang mengejar sejumlah mahasiswa hingga ke dalam mushola Assyakirin RRI, Pekanbaru.  Mahdini juga mendesak agar kepolisian meminta maaf kepada publik.

“Aparat arogansi itu, apa lagi di dalam rumah ibadah menggunakan sepatu. Harusnya menghormati rumah ibadah, presiden saja masuk masjid buka sepatu. Kita minta agar aparat minta maaf secara terbuka kepada khalayak,” kata Mahdini, seperti dikutip pekanbaru.co (26/11/2014).

Mahdini juga menyatakan bahwa MUI akan menyurati kepolisian daerah Riau untuk mempertanyakan hal tersebut.

Seperti dilaporkan oleh JPNN, polisi membubarkan aksi demonstrasi yang dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa di Pekanbaru, Riau, pada Selasa (25/11) sore. Aksi demo di depan Kantor RRI itu bertujuan menolak kenaikan BBM dan rencana kedatangan Presiden Joko Widodo ke Pekanbaru.

Aksi pembubaran demo itu berlangsung represif sehingga sekitar 25 mahasiswa mengalami luka berat, ringan dan satu orang kritis. Mahasiswa itu kini dirawat di Rumah Sakit Ibnu Sina, Pekanbaru.

Salah seorang mahasiswa, Suheri mengatakan bahwa awalnya demonstrasi berjalan lancar. Namun, ia mengaku, begitu aksi selesai dan massa akan pulang ada oknum pejabat Polri setempat di lokasi yang diduga memprovokasi mereka. Akibatnya massa pun terpancing hingga terjadilah bentrok.

Mahasiswa pun mendapat serangan dari aparat keamanan setempat. Bahkan, pengejaran dan pemukulan dilakukan  meski mahasiswa sudah lari ke dalam mushola. Menurut Suheri, oknum Polri  masih mengenakan sepatu juga  masuk mengejar mahasiswa ke dalam mushola tersebut. (fa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL