Yerusalem, LiputanIslam.com—Presiden AS Donald Trump baru-baru mengumumkan pengakuan Yerusalem al-Quds sebagai ibukota Israel. Sontak, para pengguna layanan jejaring sosial Twitter menyerukan kecaman atas kebijakan ini yang dianggap tidak adil bagi Palestina.

Berbagai hashtag solidaritas pun menjadi viral. Jika Anda mencari hashtag bertuliskan #FreePalestine dan #SaveAlQuds atau #القدس_عاصمه_فلسطين_الابديه Anda akan melihat begitu banyak pengguna yang berpihak kepada rakyat Palestina. Banyak yang memprotes kebijakan Presiden Donald Trump dalam merelokasi kedubes AS untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem al-Quds.

Beberapa pengguna memperingatkan bahwa akan ada gerakan Intifada melawan penjajahan Israel. Seorang pengguna Twitter bernama Delo Taylor menuliskan bahwa Yerusalem adalah selama-lamanya ibukota Palestina dan rakyatnya.

Sementara itu, koresponden media Press TV di  Ramallah, Mona Kandil, melaporkan bahwa rakyat Palestina tengah mempersiapkan demonstrasi 3 hari untuk memprotes kebijakan Trump.

Kantor-kantor dan sekolah di Palestina pun ditutup pada hari ini (7/12/17).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL