Tehran, LiputanIslam.com—Meletusnya aksi demo di Iran sempat menjadi berita penting yang diviralkan oleh media-media internasional. Namun, sejumlah media massa malah menggunakan foto-foto demonstrasi yang sama sekali tidak berhubungan dengan aksi demo yang terjadi di Republik Islam itu.

Sejumlah media ini menggunakan foto demo kelompok teror anti-pemerintah Iran, Mojahedin-e Khalq (MEK atau MKO), yang digelar di AS, Prancis, dan Inggris. MEK dijadikan representasi dari aksi protes di Iran.

Meski beberapa media telah menyantumkan catatan kaki bahwa foto-foto tersebut hanyalah demo “solidaritas” di AS dan Eropa, kebanyakan pembaca berita tidak akan tahu bahwa penyelenggara demo tersebut bersekutu dengan AS dan Israel, dan bukan dengan kaum muda dan pekerja sebenarnya yang berdemo di jalanan Iran.

Dalam artikel yang ditulis oleh analis politik, Adam Johnson, yang dimuat di fair.org pada 13 Januari 2018, pemasangan foto MEK sebagai representasi demo di Iran merupakan tindakan yang “hina dan ceroboh”.

“Itu sama seperti sebuah media Cina yang pada tahun 2012 lalu menggunakan foto demo Gereja Baptis Westboro dalam berita tentang gerakan ‘Occupy Wall Street’,” tulis mereka.

Meski ideologi aksi di Iran tidak 100 persen jelas—karena mereka tampaknya merepresentasikan berbagai jenis kelompok dan jenis keluhan—namun yang jelas MEK tidak mendukung pemerintah Iran sama sekali. MEK sudah lama dikecam karena bekerja sama dengan intelijen Israel dan berperang bersama tentara Irak melawan Iran dalam era Saddam, yang membuat setengah juta rakyat Iran tewas.

MEK juga telah mengirimkan sejumlah serangan bom di Iran, dan bahkan secara resmi dimasukkan ke dalam daftar organisasi teror asing oleh Kementerian Luar Negeri AS selama 16 tahun, sebelum dicabut kembali oleh Menlu Hillary Clinton pada 2012.

Beberapa media besar yang berpura-pura menyebut MEK memiliki legitimasi di dalam Iran adalah grup Murdoch (Fox News) yang secara rutin memberitakan informasi palsu tentang MEK, dan surat kabar pro-perubahan rezim Iran (Wall Street Journal). Bahkan pendukung perubahan rezim yang konsisten seperti Eli Lake dari Bloomberg tidak menyetujui pemberitaan MEK seperti ini.

“Pemimpin MEK, Maryam Rajavi, atau pendukung dinasti Pahlavi yang jatuh pada 1979, tidak boleh dianggap sebagai pemimpin atau juru bicara pemberontakan [melawan pemerintah Iran]. Mereka mencoba memasukkan sebuah agenda ke dalam gerakan yang tidak mereka ciptakan. Jangan biarkan mereka melakukan itu,” demikian pernyataan Lake.

Menurut Johnson, tidak mungkin ada individu intelektual yang secara serius menganggap MEK sebagai alternatif atas pemerintah di Iran saat ini. Dan fakta bahwa ada banyak foto-foto demo MEK yang dipasang di berita-berita kerusuhan Iran merupakan bukti bahwa banyak jurnalis tidak jujur yang tidak mau repot-repot membayar fotografer asli Iran, dan menyandingkannya dengan realitas politik di lapangan. (ra/farsnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL