Washington, LiputanIslam.com—Presiden AS Donald Trump baru saja menunjuk seorang pro-perang, John Bolton, sebagai penasihat keamanan nasional. Bersama dengan Mike Pampeo sebagai menlu dan Jim Mattis sebagai menteri pertahanan, “kabinet perang” yang diinginkan Trump telah lengkap terbentuk.

Hal ini disampaikan oleh jurnalis peraih penghargaan, David Ignatius, dalam artikel di Washington Post pada Kamis (29/3/18).

Igantius menilai John Bolton sebagai seorang “provokator, pejuang birokratis” yang dipercayai memiliki kualitas ‘penyuka perang’ yang sama dengan Trump.

Jabatan penasihat keamanan nasional tampak merupakan pekerjaan impian Bolton. Karena, menurut Ignatius, Bolton telah menghabiskan sepanjang karirnya untuk mempersiapkan tiga tantangan utama yang umum dihadapi penasihat keamanan Amerika: Korea Utara, Iran dan Rusia.

Menjelang pertemuan damai antara Trump dan Kim Jong-un, sosok Bolton telah mengkhawatirkan sekutu AS yang ingin pertemuan itu akan mengurangi ketegangan di Semananjung Korea.

Bolton pernah memperingatkan sebelumnya bahwa Korut “akan mengkhianati janji pelepasan nuklir” dan Washington tidak boleh mencabut sanksi kepada negara itu.

Ia juga merupakan pendukung keras dalam menekan Iran lewat ekonomi dan bahkan militer.

Sementara dengan Rusia, Bolton diperkirakan akan menghalangi upaya Trump untuk menciptakan hubungan lebih dekat dengan Moskow lewat pembicaraan kontrol senjata, dan lainnya.

Kebijakan Bolton atas isu-isu utama ini sangat mirip dengan Pompeo dan Mattis.

“Dengan Bolton, kabinet perang menjadi lengkap. Trump kini hanya akan gelisah jika dia percaya bahwa Anda tak bisa membuat Amerika … berperang,” tulis artikel itu. (ra/presstv)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL