koboi nevadaNevada, LiputanIslam.com — Ketegangan di Nevada akhirnya mereda setelah aparat keamanan federal Amerika, hari Senin (13/4), menarik diri dari peternakan keluarga Bundy dan membatalkan upaya penyitaan terhadap ratusan ternak milik keluarga tersebut.

Ketegangan tersebut berlangsung selama lebih dari seminggu, setelah aparat keamanan federal dari US Bureau of Land Management (USBLM) dan Federal Bureau of Investigation (FBI) berusaha menyita paksa sekitar 1.000 ternak milik keluarga Bundy yang dituduh telah melanggar area milik pemerintah. Langkah ini memprovokasi para koboi, kelompok-kelompok anti-pemerintah, milisi-milisi lokal, aktifis pembela hak memiliki senjata, untuk melakukan aksi dukungan terhadap keluarga Bundy.

Pada satu saat, para pendukung yang sebagian besar bersenjata, berjumlah lebih dari 1.000 orang. Mereka berdatangan tidak saja dari penjuru Nevada, namun juga dari berbagai negara bagian lainnya seperti California dan Idaho .

“Saya siap untuk menarik pelatuk ini jika diperlukan,” kata Scot, seorang anggota milisi yang menyandang senjata serbu AR-15. Perlu diketahui, Amerika adalah salah satu negara yang konstitusinya melindungi hak memiliki senjata bagi warga negara.

Dalam sebuah wawancara dengan media lokal sebelum penarikan aparat keamanan federal, pemilik peternakan Cliven Bundy menyatakan terkesan dengan banyaknya dukungan yang diterimanya dari masyarakat. Dalam satu insiden yang terjadi hari Sabtu (12/4), para koboi bahkan berhasil merebut kembali puluhan ternak yang sebelumnya berhasil disita aparat keamanan federal.

“Saya bangga bahwa kami benar-benar bertempur untuk membela hak-hak kami. Kami telah kehilangan hak-hak itu sejak lama,” kata Bundy.

“Berdasarkan informasi tentang kondisi di lapangan dan dengan berkonsultasi dengan aparat penegak hukum, kami membuat keputusan untuk membatalkan penyitaan karena kami peduli dengan keselamatan aparat dan masyarakat,” kata Direktur USBLM Neil Kornze dalam pernyataannya.

Para koboi dan pendukung keluarga Bundy menyambut pengumuman itu dengan tepukan tangan dan teriakan gembira.

“Ini adalah apa yang kami harapkan,” kata Margaret Houston, salah satu putri Clive Bundy kepada Reuters. Kami bangga dengan rakyat Amerika yang berada di sini mendukung kami,” tambahnya.

“Kami telah memenangkan perang ini,” kata Ammon Bundy, salah seorang putra Clive Bundy.(ca/russia today)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL