nevada2Nevada, LiputanIslam.com — Ketegangan kini tengah melanda negara bagian Nevada, AS, setelah ratusan aparat bersenjata dari Bureau of Land Management (BLM) dan Federal Bureau of Investigation (FBI) berusaha menyita sekitar 1.000 ternak milik seorang warga yang dijaga oleh ratusan koboi bersenjata.

Sebagaimana dilaporkan media Russia Today (RT) minggu ini, ratusan aparat bersenjata AS berusaha menyita 1.000 ternak milik keluarga Cliven Bundy (67 tahun) di Clark County, Nevada. Ternak-ternak tersebut, oleh pengadilan federal AS dinyatakan sebagai milik pemerintah karena diternakkan di tanah milik pemerintah, dan karenanya harus diserahkan kepada pemerintah. Namun keluarga Bundy, dengan dibantu ratusan peternak, menolak perintah tersebut.

Menurut laporan The Washington Free Beacon hari Senin (7/4), sebanhyak 234 sapi telah disita oleh aparat keamanan, namun pemberitaan tentang masalah ini telah mendorong ratusan koboi berbondong-bondong menuju peternakan Bundy untuk membelanya.

Tidak hanya mengerahkan ratusan aparat bersenjata, pemerintah AS melalui Federal Aviation Administration (FAA) telah menetapkan wilayah udara di atas peternakan keluarga Bundy sebagai “zona larangan terbang”, mulai tgl 11 April hingga sebulan setelahnya.

Laporan-laporan menyebutkan para koboi telah mengambil kembali ternak yang telah disita, dan ratusan pendukung keluarga Bundy berdatangan dari segala penjuru wilayah untuk mempertahankan ternak-ternak itu dari sitaan pemerintah.

Salah satu faktor yang mengakibatkan ratusan koboi berdatangan ke peternakan keluarga Bundy adalah munculnya video di media sosial yang memperlihatkan seorang putra keluarga Bundy, Ammon Bundy, terluka setelah mengalami tindak kekerasan oleh aparat keamanan.

Seorang saksi mengatakan kepada media Las Vegas Review-Journal bahwa seorang wanita hamil dari keluarga tersebut juga mengalami aksi kekerasan oleh aparat.

“Kami tidak pernah melakukan peperangan hingga hari ini. Namun ada 200 aparat bersenjata di peternakan saya. Itu bukan tidakan yang tepat, mengerahkan kekuatan besar terhadap rakyat Amerika,” kata Cliven Bundy kepada Free Beacon.

Beberapa koboi menyatakan aksi mereka ditujukan untuk melindungi rakyat dari pemerintahan yang tiranis.

“Kami ingin menjadi penghalang antara rakyat yang tertindas dari penguasa tiran,” kata Ryan Payne kepada wartawan.

Payne dan beberapa koboi lainnya harus mengendarai mobil selama 12 jam untuk sampai di peternakan keluarga Bundy. Payne yang juga anggota West Mountain Rangers, juga bertindak sebagai koordinator dari sebuah kelompok milisi dari beberapa negara bagian.

Beberapa senator AS di Washington dan negara bagian Nevada telah mengeluarkan kecaman terhadap pemerintah yang mereka sebut telah melakukan tindakan yang berlebihan, namun pemerintah berdalih hanya mencegah ternak-ternak tersebut untuk tidak merumput di tanah milik pemerintah.

Menurut keterangan BLM, keluarga Bundy dianggap telah berhutang sekitar $1 juta atau sekitar Rp 10 miliar, yang dihitung sejak tahun 1993, ketika ia dinyatakan kehilangan hak untuk menggembalakan ternaknya di tanah yang telah dimiliki keluarganya sejak tahun 1870.

“Saya akan membayar biaya gembala kepada pemerintah yang tepat, yaitu pemerintah kota Clark County, Nevada. Saya tidak percaya telah berhutang kepada pemerintah pusat. Saya tidak mempunyai perjanjian apapun dengan mereka,” kata Bundy kepada media lokal Deseret News, Kamis (10/4).

Pada hari yang sama putra keluarga Bundy, Ammon Bundy, mengatakan kepada wartawan bahwa 20 orang koboi telah merebut kembali 30 ternak milik keluarga Bundy dari aparat keamanan.

“Kami mengumpulkan sekitar 30 ekor. Kami hanya menghadapi perlawanan kecil dari mereka karena mereka berjumlah sedikit. Mereka tidak cukup cepat untuk memobilisasi kekuatan sebagaimana kami,” kata Ammon.(ca/russia today)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL