elections-turkey.siAnkara, LiputanIslam.com — Setidaknya 8 orang tewas dalam kerusuhan antar kelompok politik yang bersaing dalam pemilu lokal yang digelar Turki, hari Minggu (30/3). Hal ini menambah kondisi politik Turki bertambah panas setelah sebelumnya pemerintah melakukan serangkain aksi tidak populer seperti pemblikiran media-media sosial dan dugaan keterlibatan kroni-kroni perdana menteri dalam praktik suap dan korupsi, serta bocornya rekaman pembicaraan rencana konspirasi atas Suriah oleh beberapa pejabat tinggi Turki.

Dari ke-8 korban tewas tersebut, 2 orang berasal dari Provinsi Hatay di selatan Turki, setelah 2 pendukung tokoh lokal terlibat perkelahian untuk memperebutkan jabatan kepada daerah setempat. Sementara di Provinsi Sanliurfa yang terletak di tenggara Turki, 6 orang tewas akibat kejadian serupa di distrik Hilvan. Beberapa orang lainnya mengalami luka-luka serius akibat insiden ini.

Media Arab Al Arabiya melaporkan, perkelahian juga melibatkan senjata-senjata api dari kedua pihak, baik pendukung pemerintahan Erdogan maupun pendukung tokoh spiritual Fethullah Gulen.

Beberapa hasil penghitungan sementara telah bermunculan sebelum pengumuman resmi dengan menunjukkan hasil yang berbedap-beda antara kubu pendukung pemerintah dan oposisi. Media pemerintah Anadolu berbeda penghitungan dengan media oposisi Cihan. Anadolu menyebut kandidat partai penguasa unggul dengan margin 10%, sedang Cihan menyebut di kota-kota utama seperti Istanbul dan Ankara, partai milik kelompok Gulenis, CHP, unggul atau hanya kalah dengan selisih tipis.

Lebih dari 52,6 juta warga Turki terlibat dalam pemilihan di kali ini untuk menentukan para kepala daerah, dari tingkat desa, kota hingga gubernur sekaligus anggota parlemen lokalnya.

Menurut laporan Hurriyet sebanyak 3,5 juta penduduk harus berpindah tempat untuk melakukan pemilihan. Ratusan ribu orang berpindah dari kota terbesar Istanbul, hingga kendaraan umum seperti bus dan kereta api dipenuhi oleh penumpang.

Diperkirakan angka partisipasi mengalami kenaikan, di tengah antusiasme politik penduduk Turki yang terpicu oleh persaingan sengit kubu pemerintah dengan kelompok-kelompok oposisi.

Dalam pemilu lokal tahun 2009 yang dimenangkan oleh partai pemerintah Partai Keadilan dan Kesejahteraan (AKP), angka partisipasi pemilih mencapai 85,2 persen.

Di tengah-tengah pelaksanaan pemilu, terjadi aksi unik oleh aktifis perempuan FEMEN dengan aksi khas mereka. Dengan bertelanjang dada, mereka membentangkan spanduk-spanduk bertuliskan kecaman terhadap perdana menteri Erdogan di kota Istanbul yang merupakan basis pendukung pemerintah. Politi pun menangkap beberapa orang dari mereka.(ca/russia today)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL