kerusuhan sosial indiaNew Delhi, LiputanIslam.com — Otoritas keamanan India mengatakan korban kerusuhan sosial di negara bagian Haryana mencapai 19 orang. Kerusuhan dipicu oleh pembatasan lapangan kerja dan pendidikan berdasarkan kasta.

“19 orang tewas dan lebih dari 200 orang terluka,” kata pejabat keamanan Haryana, P. K. Das, akhir pekan lalu, seperti laporan Press TV.

Ia menambahkan bahwa sejumlah perkelahian masih terjadi di beberapa tempat di distrik Bhiwani dimana jam malam masih diberlakukan. Namun di di tempat-tempat lainnya kerusuhan telah berhasil dikendalikan. Selain itu, blokade air ke wilayah New Delhi yang dilakukan para demonstran telah berhasil dihentikan.

Para demonstran berlarian di sepanjang jalan setelah dua kelompok kasta terlibat perkelahian saat keduanya hendak memasuki tempat kerja dan sekolah di kota Rohtak, pada 19 Februari lalu.

Para demonstran yang umumnya berasal dari kelompok etnis Jat, turun ke jalanan untuk memprotes pembatasan akses mereka ke tempat-tempat kerja maupun sekolah-sekolah dalam beberapa hari terakhir. Sebagian dari mereka merusak mobil-mobil polisi dan membakar bus-bus dan fasilitas publik.

Para demonstran memprotes program ‘affirmative action program’ pemerintah yang mulai berjalan sejak Maret 2014, yang membuat mereka lebih sulit mendapatkan pekerjaan dan pendidikan.

Pemimpin partai penguasa Bharatiya Janata Party (BJP) di Haryana, Anil Jain, mengumumkan, Ahad, bahwa pemerintah negara bagiana telah memenuhi tuntutan orang-orang Jat.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL