myanmarMandalay, LiputanIslam.com — Jam malam diterapkan di kota terbesar kedua Myanmar, Mandalay, setelah terjadinya kerusuhan sektarian 2 malam berturut-turut yang menewaskan setidaknya 2 orang.

Mengutip berbagai laporan warga lokal, BBC melaporkan, Kamis (3/7) bahwa kedua korban tewas adalah seorang warga Budha dan seorang warga muslim. Sementara aparat keamanan menahan 4 orang pelaku aksi kekerasan.

Aksi kekerasan muncul pertama kali hari Selasa (1/7) malam, setelah sekelompok militan Budha merusak toko-toko milik warga muslim dan sebuah masjid. Lima orang terluka dalam aksi tersebut.

Aksi tersebut dipicu oleh isu yang menyebar cepat yang menyebutkan seorang wanita Budha telah diperkosa oleh beberapa warga muslim.

BBC melaporkan ratusan polisi dikerahkan, Rabu (2/7), ketika ratusan warga Budha, terutama anak-anak mudanya, terus melakukan aksi-aksi kekerasan terhadap warga muslim di tengah-tengah kota, termasuk menyerang masjid-masjid.

Polisi mengumumkan telah menangkap seorang dengan tuduhan pemerkosaan. Tapi tidak ada keterangan apakah ia adalah orang yang disebut melakukan pemerkosaan terhadap wanita Budha.

Mandalay dihuni oleh sekitar 200.000 warga Muslim, jumlah yang minoritas namun termasuk komunitas muslim terbesar di Myanmar.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL