bentrok athenaAthena, LiputanIslam.com — Polisi dan demonstran terlibat bentrok di Athena, Kamis (26/2). Ini merupakan bentrokan pertama sejak partai sosialis Syriza merebut kekuasaan bulan lalu dengan slogannya untuk menghentikan kerjasama dengan IMF dan lembaga-lembaga donor internasional.

Para demostran melemparkan batu dan bom molotov serta merusak toko-toko setelah berpawai keliling kota. Aksi ini terjadi menjelang pemungutan suara di parlemen Jerman untuk menyetujui perpanjangan bantuan keuangan kepada Yunani. Demikian BBC News melaporkan, Kamis (26/2) petang.

Kesepakatan bagi perpanjangan bantuan keuangan oleh IMF dan lembaga-lembaga donor internasional, sekaligus pengingkaran pemerintah atas janjinya semasa kampanye, dicapai minggu lalu. Hal ini kontan memicu perpecahan di internal Partai Syriza.

Jika disetujui parlemen Jerman sebagai donatur utama bagi Yunani, perjanjian itu memberikan Yunani tambahan program talangan selama 4 bulan dengan kewajiban Yunani melakukan ‘refomasi’ yang salah satunya adalah program ‘penghematan’ yang ditantang rakyat karena menyunat anggaran kesejahteraan publik demi membayar cicilan hutang kepada kreditor asing.

Syriza berhasil membujuk rakyat Yunani untuk memilih mereka dalam pemilu bulan lalu setelah berjanji akan menghentikan kerjasama dengan lembaga-lembaga donor asing dan menghentikan program ‘penghematan’.

Para demonstran meneriakkan kecaman kepada pemerintah dan Uni Eropa dan mengusung spanduk bertuliskan “keluar dari Uni Eropa” dan “batalkan hutang”.

Pada hari Selasa (24/2) para menteri keuangan Uni Eropa menerima proposal reformasi yang diajukan pemerintah Yunani, namun masih dibutuhkan persetujuan dari parlemen masing-masing negara Uni Eropa sebelum program ‘bantuan’ kepada Yunani dilaksanakan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL