kosovo ricuhPristina, LiputanIslam.com — Kerusuhan terjadi di ibukota Kosovo Pristina, Senin petang (12/10) menyusul penangkapan seorang anggota parlemen dari kubu oposisi.

Anggota parlemen Albin Kurti ditahan polisi, Senin kemarin (12/10),  setelah melakukan aksi lempar bom gas air mata di ruang sidang parlemen minggu lalu. Namun kemudian ia dilepas kembali setelah menjalani pemeriksaan. Sekitar 200 pendukungnya meneriakkan namanya sambil melemparkan batu dan bom molotov ke arah polisi.

“Kita tidak akan menyerah. Mari kita tetap bersatu,” kata Kurti kepada para pendukungnya, seperti dilaporkan BBC News.

Aksi lempar bom asap yang dilakukan Krti merupakan bentuk protes kubu oposisi atas kesepakatan damai antara pemerintah Kosovo dengan Serbia. Dalam perundingan yang dimediasi oleh Uni Eropa, Kosovo sepakat untuk memberikan kekuasaan lebih besar kepada etnis Serbia di wilayah-wilayah yang mayoritas dihuni warga Serbia. Kubu oposisi menganggap hal itu justru menciptakan perpecahan di Kosovo.

Selain aksi lempar bom asap, kubu oposisi juga melemparkan telur-telur dan membuat keriuhan di ruang sidang parlemen yang menyetujui perjanjian Kosovo-Serbia.

Etnis Kosovo memisahkan diri dari Serbia setelah terjadi revolusi bersenjata yang didukung Uni Eropa tahun 1999 dan pada tahun 2008 mendeklarasikan kemerdekaan. Langkah ini ditentang keras oleh pemerintah Serbia dan Rusia.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL