kereta api mumbaiMumbai, LiputanIslam.com — Kerusuhan terjadi di kota terbesar India, Mumbai, Jumat (2/1), dipicu oleh aksi para penumpang kereta api yang marah karena kemacetan lalu-lintas yang mengakibatkan ribuan penumpang terbengkalai.

Sebagaimana dilaporkan Russia Today, para penumpang yang marah melempari para petugas dengan batu dan membakar 3 kendaraan termasuk satu kendaraan polisi.

Sebuah kesalahan teknis di pantograph sebuah kereta api di stasiun Thakurli di dekat Mumbai mengakibatkan seluruh lalu-lintas kereta api yang menghubungkan Mumbai dengan kota-kota sekelilingnya terhambat. Dipekirakan sekitar 5 juta orang keluar masuk stasiun Mumbai setiap harinya, sebagian besar adalah para pekerja.

Ratusan orang yang marah menyerobot jalur kereta api antara Diva dan Mumbra, 2 wilayah pinggiran Mumbai, menghentikan secara total seluruh layanan kereta api.

“Ini sangat menjengkelkan karena saya telah terlambat bekerja selama satu jam, dan dengan penumpang yang penuh sesak kami merasa sangat tidak nyaman,” kata seorang pekerja IT kepada Times of India.

Polisi mencoba mengusir para demonstran dari jalur kereta api dengan menggunakan pemukul. Namun pada demonstran membalas dengan melempari batu kepada para polisi. Sementara itu sebagian penumpang menghancurkan mesin-mesin penjualan tiket.

“Para demonstran menduduki 4 jalur kereta api antara Diva dan Mumbra sejak pukul 8.30. Kami tidak bisa menjalankan kereta api karenanya. Ada masalah tenaga listrik di pagi hari, namun sudah bisa diatasi,” kata Mukesh Nigam, seorang menejer wilayah kereta api Mumbai.

Menurut para pejabat setempat, stasiun-stasiun Thane, Kalyan dan Dombvili mengalami kekacauan terbesar karena terdapat sejumlah besar orang pekerja yang harus berangkat bekerja di Mumbai.

“Setelah melemparkan batu-batuan, mereka membakar setidaknya 3 kendaraan,” kata seorang petugas polisi kereta api India (GRP) kepada Hindustan Times.

Menurut laporan media-media lokal, setidaknya 3 orang mengalami luka-luka karena insiden itu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*