john kerryWashington DC, LiputanIslam.com–Mengkritik Israel memang seolah tabu bagi para politisi AS karena akan segera mendapatkan serangan. Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, pun kena batunya. Dia diserang oleh tokoh-tokoh pro-Israel dan bahkan dituntut untuk mengundurkan diri. Semua hanya gara-gara pernyataan Kerry baru-baru ini yang menyebut Israel “bisa menjadi negara apartheid.”

Akhirnya Kerry mengeluarkan pembelaan diri pada Senin (28/4) lalu.

“Saya tidak percaya dan tidak pernah saya nyatakan, di depan umum ataupun secara pribadi bahwa Israel adalah negara apartheid atau bahwa mereka berniat untuk menjadi negara seperti itu,” kata Kerry.

“Saya tidak akan membiarkan komitmen saya terhadap Israel dipertanyakan oleh siapa saja, terutama untuk  tujuan politik partisan,” lanjut Kerry.

Kerry bahkan merendahkan diri dengan mengakui bahwa ia tidak berhati-hati dalam pidatonya di depan para ahli internasional dari Komisi Trilateral.

Pernyataan Kerry keluar satu hari setelah koran The Daily Beast melaporkan bahwa mereka memperoleh rekaman pidato Kerry hari Jumat lalu, di mana ia mengkritik kegiatan pemukiman illegal Israel dan kegagalan untuk mencapai kesepakatan damai dengan Otoritas Palestina.

Sementara itu, Senator Partai Republik, Ted Cruz, menyerukan Kerry agar mengundurkan diri, “Sebelum lebih membahayakan kepentingan keamanan nasional dan aliansi penting kita dengan dengan Israel.”

Sedangkan Senator Eric Cantor dan John McCain mendesak Kerry meminta maaf atas pernyataannya.(dw/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL