john kerryWashington, DC., LiputanIslam.com — Menlu Amerika akhirnya mengakui kegagalan Amerika dalam menjalankan kebijakannya di Suriah. Demikian pernyataan 2 orang legislator Amerika yang mengkritisi kebijakan luar negeri Amerika sebagaimana dikutip The Daily Beast hari minggu (3/2).

Pengakuan Kerry tersebut disampaikannya dalam pertemuan tertutup dengan 15 anggota Congress. Kerry mengatakan bahwa ia tidak lagi percaya dengan pendekatan yang dilakukan pemerintah Amerika di Suriah.

Laporan tersebut muncul beberapa hari setelah pembicaraan Genewa II antara pemerintah dan pemberontak Suriah, mengalami kegagalan. Usai kegagalan tersebut Amerika kini melanjutkan kembali pengiriman senjata “tidak mematikan” kepada para “pemberontak non teroris” yang terafiliasi Al Qaida.

“Kita sampai pada satu titik dimana kita harus melakukan perubahan strategi,” kata Senator Lindsey Graham, yang hadir dalam pertemuan dengan Kerry di sela-sela konperensi keamanan internaisonal di Munchen, Jerman, minggu lalu.

“Ia [Kerry] secara terbuka berbicara tentang pemberiana bantuan senjata kepada para pemberontak. Ia secara terbuka berbicara tentang membentuk koalisi anti Al Qaida karena dianggap sebagai ancaman langsung,” tambahnya.

Pemerintah Amerika melihat bahwa para pemberontak Suriah telah terpecah menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok “moderat” dan kelompok-kelompok “Al Qaida”. Kelompok terakhir tersebut tidak saja memerangi pemerintah Suriah, namun juga kelompok pemberontak “moderat”.

Setelah pertemuan tersebut Senator Graham dan John McCain memberikan keterangan pers kepada media massa Amerika termasuk The Daily Beast. Mereka setuju dengan pandangan Kerry dan mendukung perubahan pendekatan terhadap konflik Suriah.

Suriah Tolak Pembicaraan Langsung dengan Amerika

Sementara itu dikabarkan pemerintah Suriah menolak permintaan Amerika untuk melakukan pembicaraan langsung tentang konflik Suriah sebelum John Kerry meminta ma’af atas pernyataan-pernyataannya tentang pemerintaha Suriah dalam pertemuan Genewa II beberapa waktu lalu. Permintaan dan penolakan tersebut terjadi di sela-sela pertemuan Genewa II maupun pertemuan di Munchen minggu lalu.

“Jujur saja, Amerika telah meminta pembicaraan langsung namun saya menolaknya kecuali John Kerry meminta ma’af atas apa yang dikatakannya di Genewa,” kata menlu Suriah Walid Muallem kepada media Suriah dalam penerbangan ke Damaskus akhir bulan lalu.

Dalam sesi pembukaan pertemuan Genewa II tgl 22 Januari, Kerry menyebut Presiden Bashar al Assad telah kehilangan legitimasi dan tidak layak terlibat dalam pemerintahan transisi. Moallem langsung menolak klaim tersebut dan mengatakan bahwa tidak ada “kekuatan loar” yang bisa membatalkan legitimasi pemerintah Suriah.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL