syedna_mohammed_burhanuddinKericuhan mewarnai pemakaman seorang ulama besar Shiah di Mumbai, India, hari Sabtu lalu (18/1) ketika puluhan ribu massa pengagum sang ulama berkumpul di rumah sang ulama sebelum pemakaman. Akibat kericuhan yang tidak terkendali, sebanyak 18 orang meninggal dunia dan 40 orang lainnya mengalami luka-luka. Demkian laporan media-media massa lokal.

Sang ulama, Sayyed Mohammed Burhanuddin, meninggal akibat serangan jantung sehari sebelumnya dalam usia 102 tahun. Ia adalah pemimpin kelompok Dawoodi Bohra, salah satu sekte yang dikenal di kalangan umat Shiah India. Selama hidupnya ia sangat dihormati tidak saja oleh pengikutnya di India, namun juga oleh beberapa negara asing. Ia adalah penerima bintang penghargaan dari negara Yordania dan Mesir. Kedudukannya kini digantikan oleh anaknya yang berumur 70 tahun.

Masih belum jelas penyebab terjadinya kericuhan tersebut, namun India memang dikenal sebagai negara yang sering terjadi kericuhan massal yang mematikan. Beberapa bulan sebelumnya sebanyak 115 pengikut Hindu tewas tenggelam di Madya Pradesh ketika massa yang panik saling menginjak-injak setelah muncul desas-desus jembatan yang menampung ribuan massa yang hendak mengikuti upacara agama, akan roboh. Kemudian pada bulan Februari 2013 sebanyak 36 orang tewas tertabrak kereta api di stasiun Allahabad ketika orang-orang yang baru mengikuti festival Kumbh Mela tengah pulang ke rumah masing-masing. Selanjutnya pada November 2011 sebanyak 224 orang tewas dalam kericuhan yang terjadi saat perayaan upacara HIndu di pinggir Sungai Gangga. Kemudian pada Januari 2011 sebanyak 102 orang tewas dalam kericuhan di Kerala, sementara pada bulan September 2008 sebanyak 224 peziarah tewas di dekat kuil Hindu di Jodhpur.(CA/france-24/afp)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL