Maan 22 febYerusalem, LiputanIslam.com – Kepolisian  Israel pada hari Jumat sore (21/2)  menahan enam warga Palestina yang berasal dari Yerusalem saat mereka keluar dari masjid al- Aqsa untuk mengikuti protes di kompleks tersebut yang  menentang kunjungan seorang politisi Israel .

The Director of the Prisoners’ Society (Ketua Paguyuban Narapidana) di Hebron Nasser Qaws, seperti yang dikabarkan oleh Ma’an News Agency mengatakan bahwa pasukan Israel menahan Ahmad Badreya, Salah Sharifah, Ahmad al – Razim, dan tiga orang lain yang belum diidentifikasi. Selama bentrokan, saksi mengatakan bahwa pemuda-pemuda tersebut  menghancurkan kamera di kantor polisi Israel yang terletak di kompleks al- Aqsa, dan melemparkan batu ke pasukan Israel dekat gerbang Maroko sebagai protes terhadap kunjungan politisi Israel yaitu  Moshe Feiglin ke kompleks suci al-Aqsa .

Juru bicara kepolisian Israel Micky Rosenfeld mengatakan bahwa pemuda yang terlibat dalam aksi tersebut  dan melemparkan batu ke polisi, adalah mereka yang sebelumnya mengikuti shalat Jumat di al-Aqsa. Karena sensitivitas kompleks suci al-Aqsa, Israel seharusnya berkompromi dengan umat  Islam dan tidak mengizinkan non-Muslim untuk berdoa di sana. Namun yang terjadi, pihak  Israel secara rutin mengantar pengunjung Yahudi ke daerah tersebut yang menimbulkan ketegangan dengan jamaah Palestina.

Kompleks suci yang merupakan ‘rumah’ bagi masjid Dome of the Rock dan  masjid al – Aqsa  merupakan tempat suci umat Islam, yang sekaligus dihormati oleh Yudaisme karena orang –orang Yahudi percaya bahwa di sanalah first and second temples (bait Allah yang pertama dan kedua) pernah berdiri. Al – Aqsa terletak di Yerusalem Timur, bagian dari wilayah Palestina yang diakui secara internasional, yang telah diduduki oleh militer Israel sejak tahun 1967. (LiputanIslam.com/AF)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL