Presiden Jokowi saat diwawancarai CNN (foto: cnn)

Presiden Jokowi saat diwawancarai CNN (foto: cnn)

Jakarta, LiputanIslam.com–PresidenJoko “Jokowi” Widodo kembali menegaskan bahwa dirinya tidak akan berkompromi dengan para gembong narkoba. Ia akan tetap mengeksekusi dua terpidana narkoba asal Australia, meskipun pemerintah Negeri Kangguru itu telah meminta grasi.

“Bayangkan, setiap hari 50 orang warga kami tewas akibat narkoba. Dalam setahun, 18.000 orang tewas akibat narkoba. Kami tidak akan berkompromi dengan pedagang narkoba. Tidak ada kompromi. Tidak ada kompromi,” kata Jokowi kepada reporter CNN, Christiane Amanpour (27/1).

Seraya menjelaskan bahwa vonis hukuman mati adalah keputusan pengadilan di Indonesia, Jokowi mengatakan, “Tapi saya tegaskan, tidak akan ada ampunan bagi pengedar narkoba.”

Ketika ditanya apakah itu berarti tidak ada akan keringanan hukuman bagi dua warga Australia, Andrew Chan and Myuran Sukumaran, Jokowi hanya menggelengkan kepalanya. (Baca: Bagaimana Nasib Akhir Gembong Narkoba Australia)

Chan dan Sukumaran adalah warga Sydney, Australia, yang merupakan anggota grup “Bali Nine” yang tertangkap saat berusaha menyelundupkan 8 kilogram heroin senilai 3,2 juta US Dollar dari Indonesia ke Australia pada April 2005.

Eksekusi pertama yang dilakukan dalam masa pemerintahan Jokowi berlangsung pada tanggal 18 Januari dimana lima warga asing dan seorang warga Indonesia ditembak mati. Mereka dijatuhi vonis mati karena keterlibatan dalam perdagangan narkoba. Eksekusi itu dilakukan meskipun ada protes dari LSM dan negara-negara asing. Duta besar Brazil dan Belanda pun dipanggil pulang ke negara mereka sebagai tanda protes kepada pemerintah Indonesia.(fa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL