kenya operationNairobi, LiputanIslam.com — Militer Kenya mengklaim telah menewaskan lebih dari 100 anggota kelompok militan Al Shabab setelah mereka membantai 28 orang penumpang bus, hari Sabtu (22/11).

Menurut pernyataan Wapres William Ruto sebagaimana dikutip BBC News, Minggu (23/11) petang, menyusul pembantaian tersebut militer telah menggelar 2 operasi militer di Somalia untuk menghancurkan pangkalan kelompok Al Shabab yang digunakan dalam perencanaan serangan bus hari Sabtu. Dalam serangan itu sejumlah peralatan militer dihancurkan dan lebih  dari 100 anggota Al Shabab tewas.

Namun Al Shabab membantah klaim itu, menyebutkan semua anggotanya dalam keadaan aman.

Dalam serangan hari Sabtu tersebut pada saksi mengatakan bahwa anggota Al Shabab memisahkan penumpang Muslim dengan non-Muslim dan kemudian menembak mati 28 penumpang non-Muslim.

Al Shabab mengklaim serangan itu dimaksudkan sebagai balasan atas pembantaian yang dilakukan aparat keamanan terhadap penduduk Muslim di kota Mombassa. Namun pemerintah menuduh Al Shabab berusaha menciptakan perang agama.

Al-Shabab telah melakukan serangkaian serangan bersenjata di Kenya setelah negara ini mengirimkan pasukannya untuk membantu pemerintah Somalia memerangi kelompok-kelompok militan.

“Saya yakinkan kepada Anda bahwa mereka yang melakungan serangan terhadap bus itu tidak sempat menikmati makan malamnya. Mereka tewas oleh tentara-tentara kami yang langsung dikirimkan setelah terjadinya serangan. Mereka tidak memiliki kesempatan untuk merayakan hasil kejahatan mereka,” kata Ruto setelah menghadiri ibadah di Gereja Nyahururu, hari Minggu (23/11).

Ia menambahkan, militer kini menguasai keadaan sepenuhnya dan mendesak seluruh komponen politik untuk bersatu padu daripada sekedar mengkritik.

Sementara itu Kemenhan Kenya mengatakan bahwa sebanyak 115 anggota Al-Shabab tewas sepanjang akhir pekan lalu setelah pasukan darat dan udara Kenya menyerang 2 pangkalan kelompok itu di dekat perbatasan Kenya-Somali.

Dalam pernyataan sanggahannya Al-Shabab menyebut pernyataan pemerintah itu sebagai “absurd” dan pasukannya tidak menemui satu seranganpun.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL