kamp pengungsi dadaabNairobi, LiputanIslam.com — Wapres Kenya William Ruto mendesak PBB untuk menutup kamp pengungsi Somalia di Dadaab karena dianggap sebagai pusat perekrutan anggota kelompok teroris Al Shabab.

Kamp pengungsi tersebut menampung lebih dari 500.000 pengungsi yang melarikan diri dari konflik di Somalia dan saat ini menjadi kamp pengungsi terbesar di Afrika.

Pada tanggal 2 April lalu kelompok Al Shabab yang berafiliasi dengan Al Qaida melancarkan serangan terhadap Universitas Garissa, menewaskan 148 orang mahasiswa. Asosiasi dosen Kenya mengklaim lebih dari 160 mahasiswa masih belum diketahui keberadaannya akibat serangan itu dan dikhawatirkan mereka diculik oleh kelompok Al Shabab. Namun pemerintah menolak klaim itu.

Tahun 2013 kelompok Al Shabab juga melakukan serangan terhadap sebuah mall di Nairobo, menewaskan puluhan orang.

Seperti dilansir BBC News, Sabtu (11/4), Wapres Ruto mengatakan pihaknya memberi waktu 3 bulan kepada organisasi pengungsian PBB UNHCR untuk memindahkan kamp tersebut, atau pemerintah Kenya akan memindahkan sendiri.

Kamp pengungsi Daadab didirikan tahun 1991 untuk menampung korban konflik Somalia yang melarikan diri dari negaranya. Sebagian pengungsi telah tinggal di tempat itu selama 20 tahun.

Para politisi dan pejabat Kenya sebelumnya telah menuduh kamp tersebut dijadikan sebagai tempat persembunyian dan pusat perekrutan kelompok Al Shabab.

Dalam pernyataannya hari Sabtu (11/4) Ruto mendesak agar kamp tersebut segera ditutup dan penghuninya dikembalikan ke Somalia.

“Cara bagaimana Amerika berubah setelah Serangan 9/11 adalah sama dengan cara Kenya berubah setelah Serangan Garissa,” katanya.

Macharia Munene, guru besar hubungan internasional di Kenya University, mengatakan kepada Reuters bahwa memindahkan ratusan ribu pengungsi melintasi perbatasan adalah pekerjaan yang sulit. Namun ia menjamin bahwa di wilayah Somalia kini telah terdapat banyak wilayah yang aman setelah kelompok Al Shabab berhasil disingkirkan oleh pasukan Uni Afrika.

Kenya diketahui tengah membangun tembok pengaman di perbatasannya dengan Somalia yang memiliki panjang 700 km, untuk mencegah kelompok Al Shabab memasuki negara itu dari Somalia.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL