donald trumpNew York, LiputanIslam.com — Kemunculan Donald Trump sebagai calon presiden AS yang diperhitungkan didukung oleh kehancuran dan ketakutan masyarakat. Hal itu diungkapkan cendekiawan terkenal AS Noam Chomsky.

“Ketakutan, bersama-sama dengan nilai-nilai masyarakat yang hancur selama masa neoliberal mendukung kemunculan Donald Trump,” kata Noam Chomsky dalam wawancara dengan AlterNet, Selasa (23/2).

Trump muncul sebagai pemenang pemilihan sela di Nevada, Selasa. Ini adalah kemenangan ketiga dari empat pemilihan sela yang digelar Partai Republik untuk menentukan kandidat partai ini sebelum bertarung melawan kandidat Partai Demokrat.

Trump hanya kalah tipis di Iowa, namun menang meyakinkan di negara-negara bagian New Hampshire, South Carolina dan Nevada.

Guru Besar MIT dan intelektual terkemuka ini menunjuk pada lingkungan politik yang mendukung pebisnis asal New York ini muncul sebagai figur yang diperhitungkan dalam pertarungan politik AS. Chomsky menunjuk pada tahun 1930-an dimana Amerika tengah dilanda krisis ekonomi besar, Great Depression.

“Secara obyektif, kemiskinan dan penderitaan saat itu jauh lebih hebat, namun, bahkan di kalangan orang-orang miskin dan pekerja masih memiliki harapan, hal yang tidak ada pada saat ini,” kata Chomsky.

Namun Chomsky menolak memprediksi siapa yang bakal menjadi presiden AS mendatang.

“Saya bisa menyampaikan harapan dan kekhawatiran, namun bukan prediksi,” katanya.

Bulan lalu Chomsky memuji kandidat dari Demokrat, Sanders, namun ia tidak yakin ia bisa memenangkan pertarungan melawan lawannya, Hillary Clinton.

Pada hari Sabtu (20/2) Clinton mengalahkan Sanders dengan tipis di Nevada, setelah sebelumnya kalah di New Hampshire dan menang di Iowa.

Sementarara itu analis politik Merlin Llyoyed Miller mengatakan kepada Press TV, Rabu (24/2), bahwa Donald Trump adalah ‘oposisi terkendali’ yang sengaja disetting oleh ‘penguasa’ belakang layar (establishment).

“Ia menyerukan hal-hal yang seirama dengan keinginan sebagian besar rakyat Amerika, khususnya masalah-masalah ekonomi dan imigrasi,” kata Miller.

Lebih jauh, Miller menuduh Trump sebagai “pendukung zionisme” yang akan menggiring Amerika ke dalam konflik-konflik yang lebih luas di Timur Tengah.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL