Pria Suriah menangisi kehancuran rumahnya, foto: Daily Star

Pria Suriah menangisi kehancuran rumahnya, foto: Daily Star

Jakarta, LiputanIslam.com — Di tengah kecamuk perang, pemerintah berhasil memulangkan 36 warga negara Indonesia. Mereka tiba di Tanah Air pukul 23.10 WIB, yang disambut oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Kepala BNP2TKI yang baru dilantik, Nusron Wahid.

Kemenlu menginformasikan pemulangan dilakukan melalui Beirut menggunakan penerbangan Etihad Airways EY 472. Ini merupakan pemulangan gelombang ke-241 sejak evakuasi pertama, 4 Februari 2012. Sebelumnya, pada 27 November 2014, 44 WNI juga telah dipulangkan.

Konflik internal di Suriah yang terjadi sejak awal 2011 telah mendorong pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri melakukan repatriasi WNI yang berada di negara tersebut. Berdasarkan data KBRI Damaskus pada awal 2011, jumlah WNI di Suriah mencapai 12.572 orang. Sebagian besar merupakan TKI sektor domestik (PLRT).

Sebanyak 11.394 orang di antaranya sudah berhasil dipulangkan secara bertahap. Kemenlu memperkirakan masih terdapat 1.178 WNI di Suriah.

“Guna mempercepat evakuasi WNI dari Suriah, khususnya yang tinggal di daerah-daerah pusat konflik, sejak 2012, Kemlu telah 7 kali mengirimkan Tim Khusus Percepatan Repatriasi,” demikian keterangan pers, seperti dikutip dari metrotvnews.com.

Tim tersebut bertugas untuk mencari dan mengevakuasi WNI yang masih tersebar di berbagai wilayah di Suriah ke penampungan KBRI di Damaskus dan Aleppo. Mereka juga menyelesaikan kasus-kasus ketenagakerjaan yang dialami para WNI (bersama pengacara KBRI Damaskus), mempercepat pengurusan exit permit, mengkoordinasikan dan melaksanakan repatriasi jalur darat dari Suriah ke Lebanon.

Sejak 9 Agustus 2011, Pemerintah Indonesia telah menetapkan moratorium pengiriman TKI ke Suriah. Namun, hingga saat ini, arus pengiriman TKI ke Suriah masih terus berlangsung, sehingga banyak TKI yang menjadi korban perdagangan manusia di Suriah.

Bukti Negara Hadir

Pemulangan TKI  yang menjadi korban konflik di Suriah, menurut Nusron,  merupakan bukti bahwa negara hadir dalam rangka memberikan perlindungan dan rasa aman kepada warga negara.

“Para TKI ini dipulangkan, karena kondisi konflik berkepanjangan dan membahayakan keselamatan TKI dan WNI lainnya di sana. Mereka yang dipulangkan sebanyak 36 TKI. Sebanyak 34 berasal dari Jawa Barat dan 2 TKI dari NTB. Acara pengembalian itu diwarnai dengan isak tangis,” papar Nusron, seperti dilansir beritasatu.com.

Menurutnya, para TKI dipulangkan atas biaya Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Dari Suriah ke Bandara Soekarno-Hatta menjadi tugas Kemlu. Setelah itu, mereka diserahkan ke BNP2TKI, sampai para TKI dipertemukan dengan keluarganya. Nusron mengucapkan terima kasih kepada Menlu Retno atas inisiatif itu.

“Nanti kami juga akan membuat program pemberdayaan purna TKI. Kami akan memberikan pelatihan wirausaha dan bekerja sama dengan berbagai lembaga. Intinya, mereka harus berdaya dan bisa berusaha di sini dengan mandiri, supaya lebih sejahtera,” ujarnya.

Nusron juga mengatakan, BNP2TKI akan memfasilitasi klaim asuransi bagi para TKI mereka yang belum mendapatkan gaji secara utuh. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL