Washington, LiputanIslam.com—Kementerian Luar Negeri AS telah meminta diplomat dan penduduk Amerika untuk menunda perjalanan ke Israel, Yerusalem al-Quds dan Tepi Barat sampai 20 Desember mendatang. Hal itu dikarenakan banyaknya protes terhadap kebijakan Presiden Donald Trump untuk memindahkan kedubes AS ke Yerusalem.

Dalam sebuah pesan kemenlu AS yang dirilis pada Selasa (5/12/17), disebutkan bahwa semua pejabat AS dan keluarga “tidak diizinkan” melakukan perjalanan ke Yerusalem al-Quds dan Tepi Barat.

Kemenlu AS sebelumnya pernah memberikan larangan perjalanan ke Israel pada 11 April, karena adanya “kemungkinan kekerasan yang dapat terjadi tanpa peringatan.”

Pada Rabu kemarin, Trump resmi mengikrarkan kota Yerusalem al-Quds sebagai ibukota Israel, meski telah mendapat kecaman dari dunia bahwa langkah tersebut akan menimbulkan gejolak di Timur Tengah.

Kota Yerusalem al-Quds sebelumnya memang berada di bawah kontrol Israel, termasuk bagian timurnya yang terdapat situs suci bagi umat Muslim, yaitu masjid Al-Aqsa. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL