Sumber: rri.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Wiendra Waworuntu melaporkan jumlah penderita Hepatitis A di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur mencapai 1.102 orang.

“Dari total akumulasi jumlah kasus penyakit hepatitis A sejak 28 Mei 2019 lalu, persebaran terbagi di sembilan kecamatan di Kabupaten Pacitan, yaitu Sudimoro 583 pasien, Sukorejo 116 pasein, Ngadirojo 192 pasien, Wonokarto 63 pasien, Tulakan 73 pasien, Bubakan 29 pasien, Arjosari 34 pasien, Tegalombo 6 pasien, dan Ketrowonojoyo 6 pasien, ” kata Wiendra, Selasa (9/8).

Baca: Indonesia Antisipasi Wabah Virus Ebola

Meski demikian, Kemenkes mencatat sudah tidak ada lagi kasus baru sejak Senin 8 Juli 2019. Jika dalam tempo dua kali masa inkubasi tidak lagi ditemukan kasus baru dan penderita yang telah dinyatakan positif (Hepatitis) sembuh, maka status KLB yang sebelumnya ditetapkan akan dicabut.

Kepala Dinkes Pacitan, dr Eko Budiono mengatakan, masa inkubasi penyakit hepatitis terpanjang itu 50 hari. Jadi, kalau dua kali masa inkubasi berarti jeda waktunya 100 hari. Sedangkan, masa terpendeknya adalah 14 hari.

“Kami akan lihat perkembangan kasus ini dengan mengacu masa inkubasi terpendek selama 14 hari. Jadi kalau kasus baru dinyatakan nol terhitung mulai 30 Juni, evakuasi (status KLB) akan dilakukan pada 28 Juli. Itu (pencabutan) dengan keputusan Bupati,” ungkapnya. (sh/cnnindonesia/republika)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*